Ono Surono Ungkap 76 Figur Mendaftar PDI Perjuangan Hadapi Pilkada Serentak 2024

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengungkap, 76 figur telah mendaftarkan diri lewat PDI Perjuangan untuk menghadapi Pilkada serentak 2024.

Ono Surono Ungkap 76 Figur  Mendaftar PDI Perjuangan Hadapi Pilkada Serentak 2024
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengungkap, 76 figur telah mendaftarkan diri lewat PDI Perjuangan untuk menghadapi Pilkada serentak 2024./Yuliantono

INILAHKORAN, Bandung - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono mengungkap, 76 figur telah mendaftarkan diri lewat PDI Perjuangan untuk menghadapi Pilkada Serentak 2024.

76 figur tersebut sambung Ono, akan meramaikan bakal calon kepala daerah (Balonkada) di 27 kota/kabupaten Jawa Barat.

Hingga kini tambah Ono, PDI Perjuangan Jabar masih akan terus melakukan proses penjaringan tahap pertama hingga 20 April 2024 mendatang. Dimana penjaringan tahap kedua dilakukan pada 21-30 April 2024.

“Untuk calon bupati/wakil bupati, walikota/calon wakil walikota ada 76 orang pendaftar, hari ini mungkin bertambah karena batas waktunya sampai 20 April. Tahap kedua pendaftaran itu oleh DPD mulai tanggal 21-30 April, baik (Balonkada) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Ono di Kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Kamis 18 April 2024.

Usai penjaringan secara keseluruhan pada 30 April mendatang, Ono menerangkan para balonkada yang telah terjaring akan menjalani fit and proper test. Mulai dari kelengkapan administrasi, visi misi dan program hingga psikotes akan dijalani para balonkada.

“Pastinya kami punya tolok ukur. Pertama harus seideologi dengan PDIP yaitu pancasila. Lalu, visi misi program dia yang bisa membuat daerahnya jauh lebih baik. Kemudian kita baca popularitas dan elektabilitas, termasuk track record mereka,” paparnya.

Di samping itu, PDIP Jabar juga akan membuat peta politik untuk 27 kabupaten/kota dan tingkat provinsi. Kemudian, hasil pemetaan tersebut akan dilaporkan kepada DPP PDIP pada akhir Mei mendatang.

“Lalu di bulan Juni mestinya DPP pun akan melakukan pendalaman dan fit and proper test terhadap seluruh calon kepala daerah yang mendaftar. Kita berharap proses yang dilakukan DPP akan cepat,” imbuhnya.

Disinggung latar belakang 76 orang yang saat ini telah mendaftar, Ono mengungkapkan mereka terdiri dari para incumbent kepala daerah di 27 kabupaten/kota. Selain itu, kalangan eksternal hingga kader partai lain pun turut mendaftar melalui PDIP.

Adapun nama-nama incumbent sekaligus kader PDIP yang telah mendaftar, yakni Hengky Kurniawan untuk Kabupaten Bandung Barat, Tri Hardianto Kota Bekasi, Imron dan Wahyu Tjiptaningsih Kabupaten Cirebon, Nina Agustina Kabupaten Indramayu, Acep Purnama dan Muhammad Ridho Suganda Kabupaten Kuningan.

“Terus Tasikmalaya, incumbent juga sudah mendaftar. Kota Banjar yang saat ini jadi wali kotanya. Pangandaran karena sudah dua periode, maka di Pangandaran banyak juga yang daftar, ada 8 orang, termasuk wakil bupati yang sekarang. Ada kepala dinas dan kader PDIP,” ungkap Ono.

Sementara dari kalangan eksternal dan kader partai lain, Ono menyebut ada nama Sendi Ferdiansyah yang merupakan Sekretaris Pribadi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo. Termasuk mantan Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan.

“Sekpri Ibu Negara, ada Sendi Ferdiansyah di Kota Bogor. Dari partai lain ada mantan Ketua Hanura Kabupaten Cirebon, Yoga Setiawan,” kata dia.

Ono memastikan akan membuka pintu koalisi dengan seluruh partai di Jawa Barat pada Pilkada mendatang. Meskipun, PDIP di sejumlah kabupaten/kota sudah memiliki tiket untuk mengusung sendiri para balonkada tanpa berkoalisi.

“Kita dorong untuk berkoalisi dengan parpol lain karena membangun daerah harus dilakukan bersama-sama. Indramayu saya dorong berkoalisi, Cirebon berkoalisi, Pangandaran berkoalisi. Intinya kita tidak sendiri untuk mengusung calon kepala daerah,” tandasnya. (Yuliantono)***


Editor : JakaPermana