Orang Tua Pasien Talasemia Minta Pemkab Cirebon Hadir dan Peduli

Orang tua Zayyan Ali (5), berharap ada kepedulian nyata dari Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap para penderita talasemia.

Orang Tua Pasien Talasemia Minta Pemkab Cirebon Hadir dan Peduli
Ilustrasi transfusi darah. (Pixabay)

INILAHKORAN.ID – Rizal, orang tua Zayyan Ali (5), berharap ada kepedulian nyata dari Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap para penderita talasemia. Menurutnya, penyakit ini tergolong berat dan membutuhkan pengobatan hingga akhir hayat.

“Kalau Pemda tidak peduli, ke mana lagi kami harus mengadu?” kata Rizal, Kamis (15/1/2026).

Dia meminta pemerintah daerah dapat membebaskan biaya pengobatan bagi penderita talasemia, mengingat sebagian besar berasal dari keluarga menengah ke bawah.

“Tidak sulit kalau Bupati Cirebon punya kepedulian. Tinggal bebaskan penderita ini dari biaya pengobatan,” ujarnya.

Rizal menegaskan akan terus berjuang demi anaknya. “Saya akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Anak saya punya hak hidup normal seperti anak-anak lainnya,” ucapnya.

Pada usia 5 tahun, Zayyan Ali justru akrab dengan jarum suntik, kantong darah, dan ruang rumah sakit.

Bocah asal Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon ini harus menjalani hidup dengan penyakit genetik berat bernama Thalasemia Alfa Mayor.

Sejak usia 10 bulan, Zayyan divonis mengidap penyakit yang tak bisa disembuhkan dan menuntut pengobatan seumur hidup.

Zayyan merupakan buah hati pasangan Rizal dan Pipit, yang tak pernah membayangkan kehidupan anaknya akan berubah drastis sejak bayi.

Thalasemia Alfa Mayor adalah kelainan darah genetik berat yang terjadi akibat gangguan pembentukan hemoglobin alfa dalam sel darah merah. Penyakit ini bersifat bawaan dan tidak menular.

Penderita Thalasemia Alfa Mayor tidak mampu memproduksi sel darah merah secara normal sehingga mengalami anemia berat sejak usia dini.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya harus menjalani transfusi darah rutin seumur hidup untuk mempertahankan fungsi organ tubuh.

Selain transfusi, pasien juga wajib mengonsumsi obat kelasi besi guna mencegah penumpukan zat besi akibat transfusi berulang. ***


Editor : Gin gin T Ginulur