BPJS PBI Dinonaktifkan, Pengobatan Zayyan Bocah Penderita Talasemia Terancam
Pengobatan Zayyan Ali, bocah lima tahun penderita Thalasemia Alfa Mayor terancam. Kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang selama ini menjadi penopang utama pengobatan Zayyan, dinonaktifkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Harapan keluarga Zayyan Ali untuk terus menjalani pengobatan kini terancam. Kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang selama ini menjadi penopang utama pengobatan Zayyan, dinonaktifkan.
Padahal, bocah lima tahun penderita Thalasemia Alfa Mayor itu harus menjalani transfusi darah secara rutin setiap dua minggu sekali. Tanpa BPJS, biaya satu kali perawatan bisa mencapai lebih dari Rp2 juta.
“Kalau BPJS tidak bisa aktif lagi, saya tidak tahu harus bagaimana. Anak saya harus berobat seumur hidup,” ujar ayah Zayyan, Rizal, Kamis (15/1/2026).
Sejak usia 1,6 tahun hingga kini, Zayyan rutin keluar-masuk rumah sakit untuk transfusi darah. Selain itu, ia juga wajib mengonsumsi obat kelasi besi tiga kali sehari untuk mencegah penumpukan zat besi dalam tubuhnya.
Rizal mengaku kebingungan menghadapi kondisi ini. Dengan penghasilan terbatas, dia tak sanggup menanggung biaya pengobatan secara mandiri jika BPJS PBI tak kembali aktif.
Pada usia 5 tahun, Zayyan Ali justru akrab dengan jarum suntik, kantong darah, dan ruang rumah sakit. Bocah asal Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon ini harus menjalani hidup dengan penyakit genetik berat bernama Thalasemia Alfa Mayor.
Sejak usia 10 bulan, Zayyan divonis mengidap penyakit yang tak bisa disembuhkan dan menuntut pengobatan seumur hidup. Zayyan merupakan buah hati pasangan Rizal dan Pipit, yang tak pernah membayangkan kehidupan anaknya akan berubah drastis sejak bayi. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

