PAD Restoran Diduga Bocor, DPRD Kabupaten Cirebon Dorong Perbanyak Tapping Bo
Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon mendorong penggunaan tapping box lantaran mencium adanya kebocoran PAD, terutama dari sektor pajak restoran
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di balik ramainya meja restoran, rumah makan, dan kafe di Kabupaten Cirebon, ada potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang diduga menguap pelan-pelan.
Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon mencium adanya kebocoran PAD, terutama dari sektor pajak restoran. Dugaannya, sampai saat ini masih banyak yang dipungut dengan sistem flat.
Demikian dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Cakra Suseno, Minggu 1 Februari 2026. Menurutnya, sistem flat jauh dari mencerminkan transaksi riil di lapangan. Padahal, geliat ekonomi sektor kuliner di Kabupaten Cirebon terus tumbuh, seiring menjamurnya tempat makan di berbagai kawasan strategis.
Cakra menyebutkan, salah satu akar masalahnya adalah minimnya penggunaan tapping box. Alat ini adalah alat perekam transaksi pajak berbasis digital. Meski sudah diterapkan, jumlahnya masih sangat terbatas.
"Alat tapping box memang sudah ada, tapi jumlahnya sangat terbatas. Harusnya Bapenda menganggarkan sendiri pengadaannya, jangan terus mengandalkan CSR," ucapnya.
Saat ini lanjutnya, dari sekitar dua ribuan jumlah restoran, rumah makan dan cafe di Kabupaten Cirebon, ternyata tapping box yang terpasang tidak lebih dari 100 unit. Itupun, hasil bantuan CSR bank bjb. Harusnya ada penambahan 500 hingga 1.000 unit.
“Kalau PAD tidak mau bocor, jumlah tapping box harus diperbanyak. Selama ini kebanyakan masih flat,” ujarnya.
Cakra menilai, belum meratanya pemasangan tapping box membuat potensi pajak daerah belum tergali optimal. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah melakukan pemetaan potensi secara serius, terutama di kawasan dengan aktivitas ekonomi tinggi.
Ia mencontohkan kawasan Tuparev, dikenal padat restoran, hotel, hingga pusat perbelanjaan. Namun ironisnya, tidak seluruh pelaku usaha di kawasan tersebut terpantau sistem tapping box.
Sebagai pembanding, Cakra mengungkap hasil studi banding ke Kota Bandung. Pemerintah daerah setempat berani mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk pengadaan 1.000 tapping box. Hasilnya, penerimaan pajak melonjak hingga 400 persen.
"Kalau PAD mau naik, ya harus keluar uang dulu. Baru bisa dapat pendapatan. Rumus ekonomi kan begitu. Kalau sedang melakukan kajian ya segerakan karena waktu terus berjalan," pinta Cakra.
Dia menambahkan, Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon terus mendorong Bapenda segera mengusulkan pengadaan tapping box kepada Bappelitbangda, dengan target penganggaran pada tahun 2027. Kalau tahun ini tidak terealisasi maka jangan harap PAD dari sektor pajak ini akan mengalami peningkatan.
Seperti diberitakan sebelumnya Bapenda Kabupaten Cirebon saat ini sedang melakukan kajian serius. Hal itu terkait tawaran investor untuk pemasangan sistem tapping atau tapping box di restoran-restoran. Alat ini digadang-gadang mampu menjadi kunci transparansi sekaligus peningkatan pajak restoran.
Namun sampai saat ini, pihak Bapenda sedang melalukan kajian karena ada tawaran kerjasama dengan pihak swasta. Kajian tersebut tidak hanya melibatkan Bapenda, tetapi juga instansi lain seperti Bappeda.
Nantinya seluruh aspek akan dihitung, mulai dari skema kerja sama, pembagian manfaat, hingga dampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun pihak Bapenda yakin, jika pemasangan tapping box bisa diperluas secara signifikan, maka perolehan PAD akan meningkat.
Editor : Ahmad Sayuti

