Pagi Cerah CFD Meriah

JALAN Sudirman kembali menjadi milik warga. Tiga jam tanpa kendaraan memberi ruang untuk olahraga dan geliat UMKM.

Pagi Cerah CFD Meriah
BUKA CFD: Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat meninjau CFD Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu (6/9). Pemkot Bogor kembali membuka CFD di sepanjang Jalan Sudirman sebagai wadah dan fasilitas bagi warga untuk meningkatkan aktivitas olahraga. Pembukaan kembali CFD ini juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM menjajakan produknya.

Oleh: Rizki Mauludi

Minggu pagi kembali terasa berbeda di sepanjang Jalan Sudirman, Kota Bogor. Jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan berubah menjadi ruang bagi warga untuk berlari, berjalan santai, bersepeda, dan menikmati suasana kota tanpa deru lalu lintas.

Car Free Day (CFD) kembali dibuka Pemerintah Kota Bogor pada Minggu (6/9), setelah sebelumnya tidak digelar. Kehadiran CFD sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan beragam produk kepada warga yang datang berolahraga.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut mengecek pelaksanaan CFD tersebut. Ia melihat aktivitas olahraga dan UMKM bisa berjalan beriringan, tetapi tetap membutuhkan aturan agar keberadaan pedagang tidak mengganggu fungsi utama CFD.

"Karena UMKM bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat juga untuk CFD. Tapi memang ke depan kami evaluasi lagi, harus dibatasi dan diberikan aturan juga. Terutama terkait jam operasional hanya saat CFD berlangsung," ungkap Jenal usai pengecekan.

CFD Jalan Sudirman berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB. Setelah waktu tersebut berakhir, Jenal meminta para pelaku UMKM secara mandiri merapikan kembali area yang digunakan untuk berjualan.

Bagi Jenal, kebersamaan menjadi bagian penting dari pelaksanaan CFD. Ruang publik yang digunakan bersama membutuhkan tanggung jawab bersama pula, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan.

"Bahwa makna kebersamaan dalam momentum CFD harus ditekankan. Bersama-sama membersihkan dan bersama-sama menjaga kenyamanan saat CFD," paparnya.

Jenal bahkan melihat CFD tidak harus terpusat di kawasan Jalan Sudirman. Ia berharap kegiatan serupa dapat hadir di setiap kecamatan sehingga ruang olahraga sekaligus ruang usaha bagi UMKM bisa tersebar lebih merata.

"Malah saya berharap ada CFD di setiap kecamatan. Jadi memberikan kesempatan bagi para UMKM beraktivitas dengan target masyarakat di tiap kecamatan, tidak di pusat kota saja," tambah Jenal.

Pembukaan kembali CFD kali ini belum langsung dipadati warga seperti pelaksanaan sebelumnya. Sosialisasi yang dilakukan dalam waktu singkat membuat sebagian masyarakat kemungkinan belum mengetahui bahwa CFD kembali digelar.

Meski begitu, Jenal optimistis antusiasme warga akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Ia melihat CFD tetap memiliki daya tarik sebagai ruang olahraga sekaligus tempat masyarakat berinteraksi dan menikmati produk UMKM.

Penataan pedagang menjadi salah satu perhatian Pemkot Bogor. Jenal menegaskan UMKM yang berjualan dalam kawasan CFD harus terdaftar pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin).

Aturan mengenai waktu berjualan juga akan diperketat agar aktivitas UMKM tidak melebar hingga siang, sore, bahkan malam hari.

"Saya juga tegaskan bahwa UMKM yang berjualan di sini untuk terdaftar pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin). Termasuk jam operasionalnya tadi, karena khawatir malah berjualannya sampai sore atau malam hari. Harus dikurasi lagi," jelasnya.

Sepanjang pelaksanaan CFD, Jenal bersama jajaran organisasi perangkat daerah yang mendampingi juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga. Mayoritas, menurut dia, menyambut antusias pembukaan kembali CFD di Kota Bogor.

Salah satunya Agus, warga Tanah Sareal. Ia mengaku CFD menjadi ruang yang sudah lama dinantikan. Bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga menikmati suasana pagi sambil mencari jajanan dari pelaku UMKM.

"Kami bisa olahraga sambil cari jajanan-jajanan di UMKM. Semoga ke depan lebih ramai lagi," tuturnya.

Harapan warga itu sejalan dengan rencana Pemkot Bogor. CFD tidak sekadar menjadi jalan yang ditutup untuk kendaraan setiap Minggu pagi, tetapi ruang publik yang mempertemukan olahraga, interaksi warga, dan geliat ekonomi kecil. (gin) 


Editor : Inilahkoran