Pasien COVID-19 Terus Menurun Drastis, Dinkes KBB Kurangi Kapasitas Bed di Tiga RSUD 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat mulai mengurangi kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang menjadi rujukan pasien COVID-19

Pasien COVID-19 Terus Menurun Drastis, Dinkes KBB Kurangi Kapasitas Bed di Tiga RSUD 
Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto

INILAHKORAN, Ngamprah - Seiring dengan mulai menurunnya tren kasus COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat mulai mengurangi kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang menjadi rujukan pasien COVID-19.

Sebelumnya, KBB terdapat total enam rumah sakit rujukan bagi pasien COVID-19. Yakni tiga rumah sakit milik Pemda KBB, yaitu RSUD Lembang (30 bed), RSUD Cililin (35), dan RSUD Cikalongwetan (12). Serta RS Cahya Kawaluyan di Kota Baru Parahyangan Padalarang (60), RS Karisma Cimareme (13), dan RSJ Provinsi Jawa Barat (35) di Kecamatan Cisarua, KBB. 

"Karena fasilitas isolasi banyak yang kosong, pengurangan bed akan kita mulai di tiga RSUD milik Pemda KBB, yakni RSUD Cililin, Cikalongwetan, dan Lembang," kata Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto kepada wartawan.

Hingga saat ini, sebut dia, jumlah pasien positif COVID-19 di Bandung Barat mengalami penurunan drastis jika dibandingkan tahun lalu.

Akibatnya, sebanyak enam rumah sakit rujukan COVID-19 di KBB sudah jarang terisi pasien yang menjalani isolasi. 

"Kalaupun ada yang terpapar kebanyakan memilih melakukan isolasi mandiri di rumah," jelasnya.

Oleh karenanya, lanjut dia, banyak tempat tidur pasien kosong, kalaupun terisi oleh satu atau dua pasien. Mengingat efektivitas pelayanan rumah sakit, maka kapasitasnya bakal dikurangi. 

"Karena jika untuk dihilangkan secara keseluruhan belum memungkinkan mengingat COVID-19 masih ada," ujarnya.

"Kalau dialihkan 100 persen belum, karena kasus COVID-19 masih ada dan dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa muncul lagi," tandasnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Lembang, KBB, Dr Achmad Oktorudy mengakui, hingga kini pihaknya masih memfungsikan ruang isolasi bagi pasien yang positif COVID-19. 

Ia menyebut, total ada 30 bed (tempat tidur) pasien yang disiapkan sejak awal kasus ini ramai hingga saat ini yang trennya sudah mulai turun. 

"Meski kosong dan tidak ada pasien yang dirujuk untuk diisolasi, tapi ruangan dan fasilitas di dalamnya masih ada dan siap dipakai jika sewaktu-waktu ada warga terpapar dan akan diisolasi," ujarnya.

Ia menilai, pihaknya tidak bisa serta merta mencabut atau meniadakan fasilitas ruang isolasi tersebut lantaran kewenangannya bukan di pihak RSUD atau pemda.

Menurutnya, penetapan rumah sakit rujukan bagi pasien COVID-19 dilakukan oleh pemerintah pusat dan ketika fungsinya dihentikan juga oleh pusat. 

"Keberadaan ruang isolasi pasien COVID-19 sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu kasus muncul lagi. Dengan begitu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap dilakukan," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti