Pasok Air Bersih, Tirta Raharja Siagakan 64 Toren untuk Distribusi saat Kemarau

Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung siap menjaga pasokan air bersih bagi konsumen apabila dampak musim kemarau semakin meluas.

Pasok Air Bersih, Tirta Raharja Siagakan 64 Toren untuk Distribusi saat Kemarau
Direktur Utama Tirta Raharja Teddy Setiabudi mengatakan, pihaknya menyiapkan 64 toren (tangki air) berkapasitas rata-rata 5.000 liter. Pihaknya telah memasang 20 toren di sejumlah wilayah kritis dengan elevasi tinggi karena berpotensi mengalami gangguan distribusi ketika debit air baku menurun. (dok)

INILAHKORAN.ID - Perumda air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung siap menjaga pasokan air bersih bagi konsumen apabila dampak musim kemarau semakin meluas.

Direktur Utama Tirta Raharja Teddy Setiabudi mengatakan, pihaknya menyiapkan 64 toren (tangki air) berkapasitas rata-rata 5.000 liter. Pihaknya telah memasang 20 toren di sejumlah wilayah kritis dengan elevasi tinggi karena berpotensi mengalami gangguan distribusi ketika debit air baku menurun.

"Daerah-daerah yang relatif kritis, misalnya lokasi pelanggan yang berada di titik tinggi dibanding yang lain, kita antisipasi dengan penyediaan toren yang terdekat. Kemudian juga kita sediakan suplai melalui armada tangki," katanya dikutip Antara, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, saat ini 20 toren telah dipasang di sejumlah wilayah antara lain Ciwidey, Soreang, Banjaran, dan sekitarnya. Langkah itu dilakukan sebagai langkah awal mengantisipasi dampak penurunan debit air baku selama musim kemarau.

Jumlah toren tersebut diakuinya akan terus ditambah apabila kondisi kemarau semakin memburuk dengan target pemasangan 64 toren berkapasitas rata-rata 5.000 liter yang akan ditempatkan di titik-titik prioritas.

Teddy menegaskan, langkah tersebut penting sebagai antisipasi apabila penurunan kapasitas air baku di suatu wilayah mencapai 25 hingga 50 persen atau memasuki kategori waspada.

"Saat nanti masuk ke bulan Agustus dan September ini apabila kondisi penurunan kapasitas air kita sudah lebih dari 25 persen sampai 50 persen, kita sudah mulai ke kondisi waspada," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya menyebut toren tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pelanggan PDAM, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat di sekitar lokasi pemasangan sebagai sumber air bersih sementara ketika distribusi melalui jaringan perpipaan.

Penentuan lokasi pemasangan toren dilakukan berdasarkan skala prioritas hasil koordinasi dengan pemerintah wilayah, mulai dari kecamatan, desa, hingga RT dan RW.

Pemetaan tersebut difokuskan pada kawasan dengan elevasi tinggi yang paling membutuhkan pasokan air bersih akibat kendala distribusi.

"Jadi pemasangan toren sendiri bukan PDAM yang menentukan sendiri, tetapi juga bersama aparat setempat, terutama kecamatan, desa ataupun RT/RW setempat," ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Tirta Raharja berharap kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Bandung tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau, meski pasokan air baku mengalami penurunan.


Editor : Doni Ramdhani