Pastikan Tepat Sasaran, Pemkab Sumedang Perketat Pengawasan Penyaluran Alsintan
Pemkab Sumedang mengawasi ketat bantuan Alsintan kepada para petani agar tersalurkan tepat sasaran
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkab Sumedang memperkuat pengawasan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari pemerintah pusat.
Untuk memastikan kelompok tani penerima manfaat tertib administrasi dan memanfaatkan bantuan sesuai ketentuan, tim khusus diterjunkan langsung ke lapangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang Tono Suhartono menjelaskan, proses pengadaan Alsintan sepenuhnya merupakan kewenangan Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, pemerintah daerah berfokus pada verifikasi administrasi, pendampingan, serta pengawasan penyaluran.
"Pengadaan Alsintan berasal dari kementerian. Kami di daerah bertugas melaksanakan penyaluran dan memastikan administrasi kelompok tani penerima sesuai dengan ketentuan. Kami maksimalkan upaya pengawasan sesuai wewenang kami," ujar Tono di Sumedang seperti dikutip dari Antara, Senin (27/7/2026).
Ia menambahkan, pengawasan ketat ini melibatkan personel Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta petugas dinas. Pengawasan bertujuan memastikan kelompok tani tidak hanya memenuhi syarat administrasi, tetapi juga memanfaatkan Alsintan sesuai peruntukan serta menyampaikan laporan penggunaan secara berkala.
"Tim kami turun langsung untuk melakukan pembinaan dan pengawasan. Administrasi harus tertib karena bantuan ini merupakan aset negara yang wajib dimanfaatkan sesuai aturan oleh kelompok tani penerima," tegasnya.
Sepanjang tahun 2026, pemerintah pusat telah menyalurkan berbagai jenis Alsintan ke Kabupaten Sumedang. Di antaranya adalah 16 unit traktor tangan (hand tractor) yang direalisasikan melalui Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) 2025.
Sebelumnya, bantuan sebanyak 30 unit Alsintan juga telah disalurkan ke Kecamatan Ujungjaya. Paket bantuan tersebut terdiri atas tujuh unit mesin panen (combine harvester), 10 unit mesin penanam padi (rice transplanter), sembilan unit alat semprot multifungsi, dan empat unit pompa air untuk mendukung percepatan masa tanam serta meningkatkan produksi pangan.
Tak hanya itu, pemerintah pusat turut mengucurkan bantuan berupa satu unit combine harvester, pompa air berkapasitas 3 inci dan 6 inci, tiga unit hand sprayer, pembangunan pengering UV (UV Dryer), hingga rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah wilayah guna mendukung mekanisasi pertanian dan menjaga produktivitas lahan.
Menurut Tono, besarnya nilai serta ragam bantuan Alsintan tersebut menjadi alasan utama mengapa pengawasan di tingkat daerah harus diperkuat secara berkelanjutan.
"Semua proses harus transparan dan mengikuti ketentuan. Dengan pengawasan berkala, kami ingin memastikan Alsintan benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bukan hanya diterima secara formalitas," tuturnya.
Melalui langkah pengawasan yang berkesinambungan ini, Pemkab Sumedang berharap akuntabilitas penyaluran bantuan Alsintan dapat terjaga, sekaligus memastikan seluruh sarana pendukung tersebut mampu mengoptimalkan produksi pangan daerah.
Editor : Ahmad Sayuti

