Pelaku UMKM di Nagreg Jangan Sampai Mati Lantaran Kehadiran Tol Cigatas

Sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kecamatan Nagreg mengikuti Expo UMKM dan Gelar Budaya. Para pelaku UMKM di Nagreg diharapkan dapat memanfaatkan kehadiran jalan tol Cigatas. 

Pelaku UMKM di Nagreg Jangan Sampai Mati Lantaran Kehadiran Tol Cigatas
Menurut Agus, pelaku UMKM di Nagreg harus terus berinovasi dan membuat terobosan baru. Jangan sampai kehadiran jalan tol Cigatas justru mematikan usaha mereka. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kecamatan Nagreg mengikuti Expo UMKM dan Gelar Budaya. Para pelaku UMKM di Nagreg diharapkan dapat memanfaatkan kehadiran jalan tol Cigatas. 

"Para pelaku UMKM di Nagreg ini jangan hanya jago kandang saja, tapi  harus bisa bersaing, untuk mengantisipasi ada pembangunan jalur tol Cigatas. UMKM asal Nagreg harus bisa meningkatkan kualitas, salah satunya pada kemasan," kata Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemerintah Kabupaten Bandung Agus Firman Zaini di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Senin 19 September 2022.

Menurut Agus, pelaku UMKM di Nagreg harus terus berinovasi dan membuat terobosan baru. Jangan sampai kehadiran jalan tol Cigatas justru mematikan usaha mereka. Ia mencontohkan, seperti para pelaku usaha di sepanjang Jalan Raya Cianjur yang mati akibat hadirnya jalan tol Cipularang. Di antaranya, banyak usaha rumah makan yang gulung tikar alias bangkrut. 

"Nagreg dulu itu ngetopnya buah naga. Sekarang, apa yang  dibanggakan di Nagreg, pindang Ma Ecot? Apa yang dibanggakan UMKM di Nagreg. Kalau Cicalengka, sudah ada kampung kerudung, Soreang kampung gamis, dan Margaasih kampung topi," ujarnya.

Agus menilai, Nagreg belum memiliki wisata unggulan. Lapangan bola Nagreg Kendan maupun lapangan Desa Nagreg bisa dijadikan tempat wisata, bergantung bagaimana cara mengemasnya. 

"Ciptakan tempat wisata baru di Nagreg. Sebab, UMKM akan beriringan dengan tempat wisata," katanya. 

Agus Firman berharap dengan adanya Expo UMKM ini banyak bermunculan kuliner khas, yang berasal dari desanya masing-masing. 

"Ini bagian dari menggali potensi yang ada di Kecamatan Nagreg. Kira-kira apa yang bisa bersaing di pasaran, adalah tugas kita untuk melakukan pembinaan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Camat Nagreg Akhmad Aripin menambahkan kegiatan Expo UMKM dan Gelar Budaya ini dilaksanakan setelah tiga tahun vacum karena pandemi Covid-19.

"Dampak pandemi Covid-19 itu banyak jadi korban jiwa, selain terpuruknya ekonomi masyarakat," katanya.

Dia menyebutkan, guna membangkitkan perekonomian masyarakat, ia bersama panitia melaksakan Expo UMK. 

"Ini juga sebagai upaya kami  mendukung kebijakan pemerintah mengendalikan inflasi. Dengan  membangkitkan UMKM, pariwisata dan budaya di Nagreg," katanya. 

Dalam pelaksanannya, kata dia, tidak menggunakan anggaran dari APBD. Ini adalah kolaborasi masyarakat dengan pemerintah dan pihak lainnya atau pentahelix. Ia optimistis kegiatan seperti ini dapat menggali potensi ekonomi, budaya dan pariwisata di Kecamatan Nagreg.

"Bekas galian bata merah juga sebenarnya bisa digunakan untuk tempat wisata. Tergantung bagaimana mengemasnya dengan baik, dan itu bisa jadi wisata keluarga. Sebenarnya banyak potensi ekonomi, budaya dan wisata yang bisa digali dan dikembangkan disini," ujarnya.*** (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani