Pembacok Bobotoh Dikenal Hobi Tawuran: Amarah Membara Celurit Bicara
JALAN pulang semestinya mengantarkan seseorang kembali ke rumah. Namun, bagi ARK, perjalanan malam itu tak pernah sampai ke tujuan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Reza Zurifwan
Malam seharusnya menjadi perjalanan pulang setelah sorak kemenangan. Namun, bagi ARK, suporter muda Persib, perjalanan dari Stadion Pakansari, Cibinong, menuju rumahnya di Kecamatan Cijeruk justru berakhir tragis.
Remaja itu tewas setelah punggungnya dibacok menggunakan senjata tajam jenis celurit di Jalan Jakarta- Bogor, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Minggu (23/10).
ARK baru saja menonton bareng pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib di sekitar Stadion Pakansari.
Persib memenangi laga dengan skor 2-1. Bersama seorang teman yang mengendarai sepeda motor, dia kemudian bertolak pulang melalui arah Kota Bogor.
Di tengah perjalanan, langkah pulang itu terhenti.
Menurut keterangan kepolisian, motor yang ditumpangi ARK dicegat MR (29), yang kemudian membacok korban hingga terjatuh.
Luka di punggungnya begitu parah. ARK mengalami pendarahan hebat akibat sabetan celurit yang menembus organ dalam tubuhnya.
Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara sekitar pukul 23.00 WIB. Teman yang memboncengnya selamat. Dia kemudian mengajak teman lainnya untuk menjemput ARK.
Namun, saat mereka kembali ke lokasi, korban sudah tak bernyawa.
“Korban tewas di TKP, pada Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB,” tutur Arfan kepada wartawan, Kamis (29/10).
Jenazah ARK kemudian dibawa ke RSUD Bhakti Pajajaran, Cibinong. Perjalanan yang semula membawa harapan untuk kembali ke rumah berubah menjadi kabar kehilangan bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Polisi mengungkapkan, dugaan pembacokan itu berawal ketika MR melihat konvoi suporter Persib di Jalan Jakarta-Bogor. Sebelumnya, dia mengantarkan istrinya makan di sebuah kafe di kawasan Pakansari, Cibinong. Melihat rombongan suporter, tersangka disebut terpancing untuk melakukan tawuran.
Kasat PPA Polres Bogor AKP Silfia Adi Putri menuturkan, MR diketahui kerap membawa senjata tajam jenis celurit. Dia juga disebut tidak memiliki pekerjaan dan senang terlibat perkelahian atau tawuran, terutama antarremaja.
Usai kejadian, MR tidak kembali ke rumahnya di Sukaraja. Dia menuju rumah mertuanya di Kampung Kaum Pandak Lebak, Karadenan, Cibinong. Di tempat itulah polisi menangkapnya pada Senin pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, atau kurang lebih 10 jam setelah kejadian.
“Alhamdulillah, tak lama dari kejadian, pelaku atau tersangka MR kami amankan Senin pagi di rumah mertuanya sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah alat atau barang bukti lengkap, tersangka dibawa ke Mako Polres Bogor Jalan Tegar Beriman, Cibinong,” kata Arfan. (gin)
Editor : Inilahkoran

