Pembongkaran Teras Cihampelas Hasil Kajian Teknis, Bukan Tergesa-gesa
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan rencana pembongkaran Teras Cihampelas dilakukan secara bertahap dan berbasis kajian teknis. Langkah tersebut, bukan keputusan tergesa-gesa. Melainkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, administratif dan fungsi ruang publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan rencana pembongkaran Teras Cihampelas dilakukan secara bertahap dan berbasis kajian teknis. Langkah tersebut, bukan keputusan tergesa-gesa. Melainkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan, administratif dan fungsi ruang publik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, kajian yang telah dilakukan menunjukkan perlunya pembongkaran pada beberapa bagian Teras Cihampelas. Namun, prosesnya tidak bisa dilakukan secara sembarangan mengingat struktur bangunan memiliki tiang berukuran besar dan jumlahnya cukup banyak.
“pembongkaran harus direncanakan dengan sangat baik. Tidak bisa main bongkar saja. Bagian atas kemungkinan akan dipapas secara bertahap, sementara bagian bawah tetap dimanfaatkan, terutama untuk lampu jalan dan pedestrian,” kata Farhan pada Jumat 19 Desember 2025.
Menurut ia, pembongkaran tahap dua menjadi prioritas karena hasil uji beban atau loading test dinilai tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sementara itu, tahap satu juga menghadapi persoalan administratif karena tidak memiliki persetujuan bangunan gedung (PBG) dan sertifikat laik fungsi (SLF).
“Secara administratif ini bermasalah. Kita akan lihat dulu hasil assessment secara menyeluruh. Kalau memang diizinkan dan diperlukan, tahap satu juga bisa dibongkar,” ucapnya.
Farhan menegaskan, pembongkaran tidak berarti menghilangkan Teras Cihampelas sepenuhnya. Pemerintah kota masih membuka opsi desain ulang agar kawasan tersebut tetap berfungsi sebagai ruang publik yang aman dan nyaman.
“Saat ini assessment sudah selesai dan kita masuk ke tahap desain. Desain ini akan menentukan bagian mana yang dibongkar dan mana yang akan didesain ulang. Jadi tidak serta-merta hilang 100 persen,” ujar dia.
Terkait anggaran, pihaknya menyebutkan belum ada perhitungan biaya pembongkaran. Pemerintah baru menganggarkan dana untuk kajian dan penelitian. Setelah desain rampung, barulah anggaran pembongkaran akan diajukan.
“Sekarang baru kajian, nanti desain dan terakhir baru pembongkaran. Semua dilakukan bertahap,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

