Pembunuhan Satpam di Jatiluhur, Dugaan Keterlibatan Geng Motor Masih Didalami
Penyidik kepolisian masih terus mendalami kasus penemuan mayat dan pembunuhan di Waduk Jatiluhur Purwakarta
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Polda Jawa Barat masih menyelidiki kasus tewasnya Sumarna, petugas keamanan (Satpam) yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tangan terborgol dan jasadnya mengambang di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jumat (24/7/2026).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban telah dievakuasi dan diautopsi. Berdasarkan hasil autopsi sementara, korban dipastikan telah meninggal dunia. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan pelaku di balik peristiwa tersebut.
“Korban sudah kita amankan dan kita evakuasi. Informasi terakhir yang kami dapatkan setelah autopsi, hasilnya menyatakan yang bersangkutan telah meninggal dunia. Saat ini kami masih dalam proses penyelidikan,” kata Hendra, Senin (27/7/2026).
Hendra mengungkapkan, hingga kini Polres Purwakarta telah memeriksa sekitar 11 orang saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi terkait kondisi sebelum hingga setelah kejadian.
Selain itu, polisi juga telah mengamankan dan memeriksa sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diharapkan dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa.
“Sudah kurang lebih 11 saksi yang diperiksa oleh Polres Purwakarta. Tujuannya untuk mencari keterangan sebelum kejadian maupun pascakejadian. Kami juga sudah mendapatkan beberapa rekaman CCTV yang sedang kami periksa. Kami butuh waktu untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.
Terkait beredarnya informasi di media sosial yang mengaitkan kematian korban dengan kelompok geng motor, Hendra menegaskan polisi masih mendalami seluruh informasi tersebut.
Menurutnya, penyidik mengedepankan asas praduga tak bersalah dan belum dapat menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu.
“Di media sosial ada beberapa postingan yang mengaitkan dengan kelompok pengendara sepeda motor atau geng motor. Itu masih kami dalami. Kami tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah sebelum ada bukti permulaan yang cukup kuat untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka,” jelasnya.
Hendra menambahkan, hasil lengkap autopsi akan disampaikan oleh Kapolres Purwakarta. Sementara itu, dugaan bahwa korban sempat menegur kelompok geng motor hingga berujung pada peristiwa tersebut juga masih dalam tahap penyelidikan.
“Apabila nanti ada korelasi dari hasil pemeriksaan saksi maupun alat bukti lainnya, tentu akan kami sampaikan kepada publik,” ucapnya.
Polda Jabar meminta masyarakat dan media bersabar menunggu hasil penyelidikan. Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh.
Editor : Ahmad Sayuti

