Pemerintah Kota Bandung Genjot Investasi dan Layanan Publik, Capai Triliunan Rupiah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di bawah kepemimpinan Muhammad Farhan menunjukkan percepatan nyata dua sektor strategis, yaitu investasi dan pelayanan publik

Pemerintah Kota Bandung Genjot Investasi dan Layanan Publik, Capai Triliunan Rupiah
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di bawah kepemimpinan Muhammad Farhan menunjukkan percepatan nyata dua sektor strategis, yaitu investasi dan pelayanan publik./istimewa

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di bawah kepemimpinan Muhammad Farhan menunjukkan percepatan nyata di dua sektor strategis, yaitu investasi dan pelayanan publik.

Pemerintah kota berhasil mencatat capaian signifikan sepanjang 2025 hingga Januari 2026, mulai dari promosi investasi hingga penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Rangkaian promosi investasi dimulai dari Investor Day, berlanjut ke Bandung Investment Forum (BIF) 2025 dan mencapai puncaknya pada Bandung Investment Summit (BIS) 2025. Agenda menjadi bagian dari strategi Pemkot Bandung menghadirkan investasi berkualitas dan berkelanjutan.

Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric M Athauriq menekankan, pentingnya sinergi antara inovasi dan investasi. “investasi dan inovasi, harus berjalan beriringan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berwawasan lingkungan. investasi di Kota Bandung tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Erick M Athauriq, Kamis 18 Februari 2026.

Investor Day, yang dibuka langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, dihadiri perwakilan Kementerian investasi dan BKPM, kedutaan besar, kamar dagang internasional, asosiasi usaha serta calon investor domestik dan mancanegara. Lima proyek strategis dipresentasikan dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp1,007 triliun. Respons pasar terbilang positif, dengan 67 calon investor hadir dan 32 formulir pernyataan minat diterima Pemkot Bandung.

Bandung Investment Forum 2025 menjadi ajang pendalaman proyek melalui sesi presentasi dan pertemuan satu lawan satu antara investor dan pemilik proyek. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, Kota Bandung semakin meneguhkan diri sebagai magnet investasi strategis di Jawa Barat dan nasional.

“Tiga kerangka utama yang kami fokuskan untuk penguatan iklim investasi adalah reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan perizinan, pembangunan infrastruktur pendukung kawasan investasi, serta penguatan ekosistem digital dan inovasi,” kata Farhan.

Beberapa proyek unggulan yang ditawarkan mencakup infrastruktur transportasi, Sekemala Integrated Farming (SEINFARM), pengolahan sampah, revitalisasi Pasar Astana Anyar dan Pasar Cicaheum serta pembangunan Rumah Sakit Tipe C. Ia menambahkan, terdapat tiga skema investasi yang dikembangkan, yaitu kemitraan langsung dengan pemerintah, skema matchmaking antar pelaku usaha dan peran pemerintah sebagai regulator serta penjaga kepastian hukum.

Puncak rangkaian kegiatan, Bandung Investment Summit 2025, digelar di Trans Luxury Hotel. Acara ini menjadi momentum deklarasi minat investasi sekaligus penandatanganan komitmen bersama, termasuk dengan PT Bursa Efek Indonesia.

Farhan menjelaskan, salah satu proyek utama adalah pengembangan Bandung Teknopolis di kawasan Bandung Timur termasuk rencana pembangunan Rumah Sakit Khusus Wellness and Beautification pertama di Kota Bandung. Pemerintah juga menawarkan lahan seluas 1,7 hektare untuk pengembangan teknologi pengolahan sampah.

Sektor prioritas yang terus dibidik meliputi properti, konstruksi, jasa, perdagangan, akomodasi dan sektor MICE (Meeting, Incentives, Conventions, and Exhibitions). Selain pembangunan infrastruktur fisik, kebutuhan infrastruktur telekomunikasi, kesehatan, air minum dan penyehatan lingkungan juga menjadi fokus pengembangan.

Di sisi pelayanan publik, Mal Pelayanan Publik Kota Bandung mencatat kinerja impresif. Sepanjang Februari hingga Desember 2025 hingga Januari 2026, tercatat 20.018 pengunjung memanfaatkan berbagai layanan.

“Layanan dasar seperti pencatatan pernikahan, dokumen kependudukan hingga perizinan usaha harus bebas diskriminasi dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat," ucapnya.

Kombinasi antara promosi investasi dan penguatan pelayanan publik, menunjukkan arah pembangunan Kota Bandung yang semakin terstruktur. Pemerintah tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi bernilai triliunan rupiah. Tetapi juga memastikan masyarakat merasakan kemudahan layanan dasar secara langsung.***


Editor : JakaPermana