Pemkab Bandung Barat Teken MoU Pembangunan Jembatan Akses Pusdiklatpassus Batujajar

Pemkab Bandung Barat menandatangani kerjasama pembangunan akses Pusdiklatpassus Batujajar

Pemkab Bandung Barat Teken MoU Pembangunan Jembatan Akses Pusdiklatpassus Batujajar
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menandangani MoU pembangunan jembatan n penghubung dan jalan akses menuju Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) di Kecamatan Batujajar, di Mabes Kopassus, Cijantung, Jakarta, Kamis (7/5/2026). IstimewaĀ 

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat (KBB) resmi menandatangani kesepakatan bersama terkait rencana pembangunan jembatan penghubung dan jalan akses menuju Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) di Kecamatan Batujajar. 

Penandatanganan itu berlangsung di Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2026), difasilitasi langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail mengatakan, pihaknya memiliki peran strategis dan tanggung jawab besar dalam proyek infrastruktur nasional ini. 

Secara spesifik, jelas dia, Pemkab Bandung Barat ditugaskan untuk memastikan aspek legalitas lingkungan serta kelayakan transportasi wilayah terpenuhi sesuai aturan yang berlaku.

"Dalam mendukung proyek strategis ini, kami mengemban tugas krusial, khususnya dalam penerbitan persetujuan lingkungan serta persetujuan hasil analisis dampak lalu lintas atau ANDALALIN," kata Jeje dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya,  ini menjadi kunci utama agar pembangunan tetap berjalan dengan memperhatikan keseimbangan ekosistem dan ketertiban lalu lintas di wilayah Batujajar.

Tak cuma itu, pihaknya menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini dengan penuh harapan. Ia meyakini, kehadiran jembatan dan jalan akses baru ini tidak hanya akan mendukung mobilitas pertahanan negara, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi permasalahan warga. 

"Infrastruktur ini diharapkan mampu menjadi urat nadi baru yang mampu mengurai kemacetan yang selama ini terjadi. Sekaligus menjadi pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bandung Barat," sambungnya.

Selain Bupati BandungBarat, turut menandatangani dan hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Gubernur Jawa Barat, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Komandan Pusdiklatpassus, Kepala Kantor ATR/BPN KBB, Direktur Utama PLN Indonesia Power, hingga perwakilan pengembang Kota Baru Parahyangan. ***


Editor : Ahmad Sayuti