Pemkab Bogor Cari Lahan Makam di Wilayah Selatan, PTPN hingga Developer Dilibatkan

Pemkab Bogor mencari cadangan lahan makam di wilayah selatan dengan menggandeng PTPN I, developer, dan pemilik HGB-HGU untuk memenuhi kebutuhan pemakaman warga.

Pemkab Bogor Cari Lahan Makam di Wilayah Selatan, PTPN hingga Developer Dilibatkan
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto. (Foto: Reza Zurifwan/InilahKoran)

INILAHKORAN.ID – Pemkab Bogor mengakui wilayah selatan Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan cadangan tanah makam paling minim dibandingkan wilayah lainnya. 

Kondisi ini mendorong Pemkab Bogor mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi kebutuhan lahan pemakaman ke depan.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan, pihaknya tengah mengajukan permohonan kepada PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2 agar melepas sebagian lahannya untuk dijadikan tanah makam.

“Untuk Kecamatan Cisarua dan Megamendung, saat ini kami sedang meminta PTPN I Regional 2 untuk melepas sebagian lahannya guna memenuhi kebutuhan tanah makam,” ujar Eko kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Selain menggandeng BUMN perkebunan, Pemkab Bogor juga melibatkan pengembang perumahan agar ikut menyediakan cadangan lahan pemakaman, khususnya di wilayah selatan.

“Kami juga mengarahkan Summarecon Bogor agar menyediakan cadangan tanah makam sebagai bagian dari penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) ke arah Megamendung dan Cisarua,” jelasnya.

Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Cigombong, Caringin, Cijeruk, dan Tamansari, Pemkab Bogor berencana melakukan pendekatan kepada MNC Land serta sejumlah pemilik lahan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU).

“Cadangan tanah makam bagi masyarakat Cigombong, Cijeruk, Caringin, dan Tamansari juga kami ajukan kepada MNC Land serta para pemegang HGB dan HGU,” tambah Eko.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjamin ketersediaan lahan pemakaman bagi masyarakat, sekaligus mengantisipasi keterbatasan ruang seiring pertumbuhan penduduk di wilayah selatan Kabupaten Bogor. ***


Editor : Gin gin T Ginulur