Pemkab Cirebon Luncurkan Manajemen Talenta, Dorong ASN Bekerja Profesional dan Bebas KKN

Pemkab Cirebon resmi meluncurkan program Manajemen Talenta yang digagas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon.

Pemkab Cirebon Luncurkan Manajemen Talenta, Dorong ASN Bekerja Profesional dan Bebas KKN
Bupati Cirebon Imron menyampaikan, hadirnya Manajemen Talenta merupakan upaya serius Pemkab Cirebon dalam menempatkan pegawai sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki. Inron mengucapkan terima kasih kepada BKN yang telah memberikan arahan dan pendampingan. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Pemkab Cirebon resmi meluncurkan program Manajemen Talenta yang digagas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon.

Program Manajeman Talenta ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan tata kelola aparatur sipil negara (ASN) yang lebih profesional, transparan, serta bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Bupati Cirebon Imron menyampaikan, hadirnya Manajemen Talenta merupakan upaya serius Pemkab Cirebon dalam menempatkan pegawai sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki. Inron mengucapkan terima kasih kepada BKN yang telah memberikan arahan dan pendampingan.

"Sebagai bupati, saya ingin agar penempatan orang-orang ini tepat sasaran, sesuai kemampuan dan potensinya. Alhamdulillah hari ini akhirnya launching bisa dilakukan,” kata Imron, Minggu 24 Agustus 2025.

Sementara itu, Sekretaris Utama BKN Imas Sukmariah menyampaikan Manajemen Talenta adalah inti dari penerapan sistem merit. Menurutnya, sistem ini mengedepankan pembinaan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, moralitas, dan integritas. Justru, jantungnya sistem merit tersebut, ada pada MT.

"Jadi nanti ketika ada mutasi, rotasi, atau promosi, tidak perlu seleksi terbuka lagi. Semuanya bisa dilakukan lebih cepat karena sebelumnya sudah ada pemetaan melalui asesmen. ASN yang punya potensi dan kompetensi tinggi akan ditempatkan sesuai dengan peringkatnya dalam 9 box,” jelas Imas.

Dia menjelaskan, salah satu metode yang digunakan adalah Computer Assisted Test Competency (CACT). Di Kabupaten Cirebon, dari lebih 8.000 ASN, sudah sekitar 4.300 yang mengikuti asesmen tersebut.

“Dengan metode ini, kita bisa melindungi ASN yang memang punya potensi dan integritas tinggi agar bisa menempati jabatan yang layak. Jadi tidak ada lagi KKN, semua transparan dan adil,” ucapnya.

Imas juga menyebut, apabila Manajemen Talenta sudah berjalan dengan baik, mobilitas ASN berprestasi tidak hanya terbatas di Kabupaten Cirebon, tetapi juga bisa bergeser ke daerah lain sesuai kebutuhan pemerintah.

Sementara, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Cirebon Ade Nugroho Yuliarno mengaku penerapan Manajemen Talenta ini telah melalui proses pendampingan yang panjang. Pihaknya mendapatkan arahan langsung dari BKN pusat maupun Kantor Regional BKN. Tercatat, setelah mendapat rekomendasi dari Kepala BKN, pihaknya menjalani tujuh kali pendampingan untuk pengisian kertas kerja.

"Semua dilakukan detail dan teliti agar program ini benar-benar bisa diterapkan di Kabupaten Cirebon. Harapannya, pengelolaan manajemen PNS di daerah kita dapat terlaksana dengan baik,” jelas Ade.

Ia menambahkan, Manajemen Talenta sangat penting karena menjamin transparansi dan akuntabilitas pengembangan karier ASN. Dengan sistem ini, penilaian karier ASN jadi lebih objektif. Pasalnya, semua pegawai punya kesempatan yang sama untuk mengembangkan karier, tentu berdasarkan kompetensi dan kinerja dan bukan faktor kedekatan.

“Dengan Manajemen Talenta, PNS kita akan berlomba-lomba meningkatkan kinerja. Semua bisa berkarier sesuai kemampuannya. Ini akan berdampak pada pelayanan publik yang lebih baik dan berkualitas,” tukasnya.


Editor : Doni Ramdhani