Pemkot Bandung Percepat Penanganan Sampah Lewat Program "Sampah Hari Ini Habis Hari Ini"
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung terus mempercepat langkah, dalam penanganan sampah sebagai bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung terus mempercepat langkah, dalam penanganan sampah sebagai bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota Bandung.
Salah satu program unggulan yang saat ini dijalankan adalah “sampah hari ini habis hari ini”, yang mengusung pendekatan pengolahan termal dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah mandiri.
“Program ini menjadi salah satu prioritas dalam 100 hari kerja pak wali. Kami melaksanakan pengolahan sampah dengan metode termal, dan telah menjalin kerja sama dengan beberapa investor,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, Kamis 29 Mei 2025.
Dijelaskan ia, DLH Kota Bandung telah mengoperasikan mesin pirolisis di kawasan Cicukang Holis. Mesin tersebut, merupakan salah satu bentuk teknologi pengolahan termal yang tengah diuji coba.
“Mesin pirolisis adalah bagian dari metode pengolahan termal. Saat ini sudah mulai beroperasi, meskipun belum diresmikan secara formal karena masih menunggu arahan lebih lanjut,” ucapnya.
Di samping pengembangan teknologi, Salman menyebut pihaknya juga memperluas jangkauan program kawasan bebas sampah atau KBS di tingkat rukun warga (RW). “Target tahun ini adalah 700 RW masuk KBS. Saat ini, sudah ada 466 RW yang berhasil kami dorong menjadi kawasan bebas sampah," ujar dia.
Peremajaan armada pengangkut sampah juga menjadi fokus DLH. Salah satunya adalah pengaktifan kembali model kendaraan pengangkut “pac-man” untuk menjangkau area permukiman padat yang sulit dijangkau kendaraan besar.
Terkait infrastruktur, DLH juga menambah jumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). Salah satunya adalah TPST Cicukang Holis tahap 2, yang sudah menjalani commissioning test dan memiliki kapasitas 56 ton per hari.
“Alhamdulillah TPST Cicukang Holis tahap 2 sudah berjalan, dan masih dalam proses pendampingan dari Kementerian PUPR,” ungkapnya.
Selain itu, ada rencana tambahan TPST di kawasan Gedebage yang sebelumnya tertunda akibat kendala lelang di tingkat pusat. Namun, proyek ini diperkirakan akan kembali berjalan karena program ISWMP diperpanjang, sesuai hasil pertemuan Wali Kota dengan Direktorat Sanitasi Kementerian PUPR.
Secara keseluruhan kata Salman, saat ini terdapat delapan TPST di Kota Bandung. Yakni di Baksil, Batununggal, Nyengseret, Tegalega, Holis 1 dan 2 serta dua lainnya dalam tahap pembangunan.
Namun, pihaknya tidak menampik adanya tantangan dalam proses pengembangan infrastruktur ini.
“Kendala utamanya bersifat teknis, terutama yang berkaitan dengan proses lelang di Kementerian PUPR. Karena nilai proyeknya besar, penetapan pemenang harus mendapat persetujuan dari menteri. Sehingga prosesnya cukup panjang,” tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti

