Pemkot Bogor Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Tunggu Data Kebutuhan

Pemkot Bogor siapkan bantuan untuk korban gempa NTT. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk kemungkinan pembangunan sekolah atau rumah ibadah.

Pemkot Bogor Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Tunggu Data Kebutuhan
Wali Kota Bogor Dedie. A Rachim.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mematangkan rencana bantuan untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan akan diberikan setelah pemerintah daerah memperoleh data mengenai kebutuhan masyarakat terdampak.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, Pemkot Bogor sengaja melakukan pendataan terlebih dahulu agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan korban gempa.

Menurut Dedie, bantuan tersebut tidak akan digembar-gemborkan karena masih dalam tahap pembahasan internal.

"Jadi tidak digembar-gembor, tetapi kami akan memberikan bantuan langsung ke NTT," ungkap Dedie saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

Dedie menjelaskan, Pemkot Bogor tengah mencari informasi mengenai kebutuhan masyarakat terdampak gempa melalui berbagai cara. Pendataan tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk bantuan yang paling tepat.

"Kami belum dapat laporan soal kebutuhan korban. Bisa saja bentuknya uang, atau nanti ada pembangunan," terang Dedie.

Pemkot Bogor Pernah Bangun Sekolah Korban Bencana

Dedie menuturkan, Pemkot Bogor sebelumnya pernah memberikan bantuan berupa pembangunan fasilitas pendidikan bagi korban bencana.

Pada 2018, Pemkot Bogor ikut membantu membangun kembali sekolah yang ambruk akibat bencana di Desa Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pengalaman tersebut menjadi salah satu opsi dalam menyalurkan bantuan untuk korban gempa NTT. Namun, Pemkot Bogor masih melakukan inventarisasi untuk mengetahui fasilitas apa saja yang mengalami kerusakan akibat gempa.

"Untuk Provinsi NTT ini kan kami belum mengetahui ada tidak sekolah yang runtuh total, lagi kami inventarisir dulu. Kalau memungkinkan, misalnya kami bantu untuk rumah ibadah atau sekolah," jelasnya.

Menurut Dedie, bantuan pembangunan fasilitas umum dapat menjadi pilihan apabila ditemukan sekolah, rumah ibadah, atau bangunan publik lain yang mengalami kerusakan berat akibat gempa.

Pemkot Bogor Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan dan menimbulkan korban jiwa di beberapa wilayah Flores.

Berdasarkan data yang disampaikan, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 47 orang. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 23 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka empat orang, Manggarai Barat satu orang, Ende satu orang, dan Nagekeo satu orang.

Pemkot Bogor berharap pendataan kebutuhan korban dapat segera diselesaikan sehingga bentuk bantuan yang diberikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana.***


Editor : JakaPermana