Pemkot Semprot Jalan Antisipasi Debu Gunung Krakatau

Pemkot Semprot Jalan  Antisipasi Debu Gunung Krakatau
SEMPROT JALAN: Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi saat melakukan penyemprotan jalan dengan water mist, Senin (7/9), untuk mengurangi abu vulkanik.

Oleh: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Jalan-jalan Kota Bogor belum benar-benar lepas dari bayang-bayang erupsi Gunung Anak Krakatau. Ketika debu vulkanik berpotensi mengganggu kualitas udara, pemerintah kota memilih membasahi sejumlah ruas jalan sebagai langkah pencegahan.

Kendaraan penyemprot air bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan protokol, Senin (7/9). Metode water mist diterapkan untuk membantu mengurangi sebaran debu vulkanik, baik yang menempel di permukaan jalan maupun yang masih berterbangan di udara.

Penyemprotan dilakukan BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor. Sejumlah ruas menjadi sasaran, mulai dari kawasan Sistem Satu Arah (SSA) Kebun Raya Bogor, Jalan Sudirman, Jalan RE Martadinata, Jalan Merdeka hingga Jalan Kapten Muslihat. Pedestrian dan lingkungan Balai Kota Bogor turut disemprot.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memimpin langsung kegiatan tersebut. Dia didampingi Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi serta sejumlah kepala perangkat daerah.

“Ini ikhtiar Pemkot Bogor untuk memberikan treatment pencegahan dampak akibat debu vulkanik. Mulai besok kami akan lakukan penyemprotan setiap hari, terutama di ruas jalan protokol dan fasilitas-fasilitas publik,” kata Jenal.

Langkah itu tidak berhenti di ruas jalan utama. Pemerintah kota juga menyiapkan penyemprotan secara bergilir di jalan-jalan kewilayahan yang tersebar di enam kecamatan. Petugas akan berkeliling untuk memberikan penanganan serupa.

“Kami maksimalkan semua yang ada. Termasuk setiap hari kami akan update kualitas udara di Kota Bogor,” paparnya.

Pekerjaan bahkan dilakukan hingga larut malam. Jenal menyebut petugas mulai bergerak sejak pukul 01.00 WIB dan baru menyelesaikan penyisiran sejumlah ruas jalan sekitar pukul 02.00 WIB.

Bagi pemerintah kota, aktivitas tersebut bukan sekadar membasahi jalan. Ada upaya menjaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, sementara risiko paparan debu vulkanik ditekan.

“Yang pasti pelayanan untuk warga, untuk masyarakat harus tetap berjalan. Ini ikhtiar kami untuk menjaga warga agar tetap sehat dan terhindar dari dampak abu vulkanik ini,” jelasnya.

Kepala BPBD Kota Bogor Dimas Tiko PS menjelaskan, water mist dinilai efektif untuk membantu mengurangi keberadaan debu di ruas jalan maupun partikel yang berterbangan di udara. Teknologi tersebut menyemprotkan air bertekanan tinggi menjadi butiran kabut sangat halus.

Selain dapat menurunkan suhu, butiran air itu juga dapat membantu mengikat polutan udara. Teknologi serupa selama ini juga digunakan dalam penanganan kebakaran. Untuk penyemprotan tersebut, BPBD dan DPKP mengerahkan sejumlah armada.

“Hari ini kami kerahkan satu unit kendaraan tangki air dan dua unit kendaraan pemadam dari DPKP Kota Bogor,” terang Dimas. ( gin)


Editor : Inilahkoran