Pemprov Jabar Belum Puas, Meski Indeks Keterbukaan Informasi Publik Sudah Paripurna
Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum merasa puas, meski indeks keterbukaan informasi publik saat ini sudah paripurna.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum merasa puas, meski indeks keterbukaan informasi publik saat ini sudah Paripurna.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, ada hal lebih penting yang harus dilakukan selain menyempurnakan keterbukaan informasi publik.
Dimana hal tersebut kata Sekda Herman adalah, bagaimana meningkatkan literasi penyerapan informasi oleh masyarakat, mengingat diakuinya saat ini memang masih rendah.
Contohnya lanjut Sekda Herman, adalah tingginya terpaparnya masyarakat Jawa Barat terhadap judi online (judol). Dimana berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), transaksi mencapai Rp3,8 triliun dan jumlah pelaku hingga 535.644 orang.
"Kalau sampai individu di Jawa Barat yang 50 juta orang, tidak ada nu beunghar ku judi online. Tidak baik dengan norma budaya dan agama, clear. Ini masalah informasi. Harus sampai ke masyarakat bahayana," ujar Sekda Herman di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 9 Juli 2024.
Sebab itu Pemprov Jabar kata dia, bakal mengoptimalkan penyebaran informasi ke masyarakat secara massif, supaya kejadian negatif seperti terpapar judol tidak terjadi lagi.
"Itu tantangan kita, menyampaikam informasi yang baik terkait banyak hal harus sampai ke individu," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

