Pemprov Jabar Gencarkan ORI hingga Imunisasi Kejar di 8 Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengambil sejumlah langkah strategis untuk merespons lonjakan kasus campak yang memicu status Kejadian Luar Biasa (KLB) .
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengambil sejumlah langkah strategis untuk merespons lonjakan kasus campak yang memicu status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Vini Adiani Dewi, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti situasi tersebut dengan memberikan pendampingan intensif kepada kabupaten/kota yang masuk dalam definisi operasional KLB.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau Imunisasi respons wabah campak di sejumlah daerah yang terdampak.
"Kami tindaklanjuti untuk melaksanakan ORI campak (outbreak response immunization). Yang sudah melaksanakan ORI, Kabupaten Bogor, Kota Cirebon dan Kabupaten Garut," kata Vini pada INILAHKORAN.ID, Selasa 10 Maret 2026.
Selain itu, pada pekan pertama Maret 2026, Dinas Kesehatan Jabar juga menggelar pertemuan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota guna memperkuat sistem surveilans penyakit dan meningkatkan cakupan Imunisasi.
"Melakukan pemantauan dari sistem kewaspadaan dini, kemudian kami konfimasi ke kabupaten/kota setiap minggunya, bila ada kasus suspek atau konfirmasi, kami feedback ke kabupaten/kota yang bersangkutan untuk dilakukan PE (penyelidikan epidemiologi) secara fully investigated," imbuhnya.
Tak hanya itu, Dinkes Jabar juga memperkuat upaya edukasi publik mengenai bahaya penyakit campak, termasuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat serta tenaga kesehatan.
"Melaksanakan webinar terkait kewaspadaan terhadap campak, bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia Jabar. Melaksanakan Imunisasi kejar MR (catch up campaign) serentak di 8 kabupaten/kota prioritas seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Subang, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kota Bogor, Kota Depok," ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per 23 Februari 2026, tercatat 8.224 kasus suspek campak di Indonesia dengan empat kasus kematian. Pada periode yang sama terdapat 21 KLB suspek campak yang terjadi di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi.
Dari total tersebut, 13 KLB di enam provinsi telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Lima provinsi dengan KLB campak terbanyak yakni Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, serta Jawa Tengah.
Editor : JakaPermana

