Pemprov Jabar Imbau Masyarakat Kurangi Sampah Makanan
Pemprov Jabar mengimbau masyarakat, mulai saat ini untuk mengurangi sampah makanan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengimbau masyarakat, mulai saat ini untuk mengurangi sampah makanan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar Herman Suryatman mengatakan, zero food waste masih menjadi pekerjaan rumah bersama dalam rangka mengurangi beban sampah, khususnya di Bandung Raya.
Mengingat daya tampung TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat mulai menipis dan TPPAS Legoknangka, Kabupaten Bandung diperkirakan baru dapat beroperasi pada 2028 mendatang.
Sebab itu Sekda Herman berharap, masyarakat mulai lebih bijak dalam menyediakan makanan di rumah, supaya tidak banyak yang terbuang menjadi sampah.
"Mudah-mudahan kita dorong semua ke kabupaten/kota. Tidak ada makanan yang dibuang dari rumah. Please biasakan dari sekarang buat makanan secukupnya, pastikan habis," ujar Sekda Herman usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat 16 Agustus 2024.
Budaya masyarakat Jawa Barat, seperti membuat penganan nasi aking dari sisa, dinilainya dapat kembali digelorakan. Sehingga dapat mengurangi limbah makanan di lingkungan masyarakat.
"Kalau dulu nasi di poek. Jadi penganan. Kita punya budaya yang bagus tidak ada sampah makanan. Kita edukasikan lagi sekarang," ucapnya.
Bila masyarakat peduli dengan mengurangi sampah makanan kata dia, maka volume TPAS Sarimukti yang menjadi tempat penampung utama sampah di Bandung Raya tidak akan cepat habis.
Mengingat TPAS Sarimukti, dengan penambahan area baru seluas 6,3 hektar diproyeksikan harus mampu menampung sampah hingga 2028. Salah satu caranya adalah dengan efisiensi, dimana hanya sampah residu yang boleh masuk dan bukan sampah organik.
"Ikhtiar konkret Sarimukti bisa diperpanjang ya zero food waste," tandasnya.***
Editor : Bsafaat

