Pemprov Jabar Targetkan Koperasi Merah Putih Mampu Mandiri di 2028
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan Koperasi Merah Putih di 27 kabupaten/kota sudah mampu mandiri, pada 2028 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan koperasi merah putih di 27 kabupaten/kota sudah mampu mandiri, pada 2028 mendatang.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar Yuke Maulina Septina menuturkan, saat ini road map koperasi merah putih tengah disusun.
Hingga Juni 2025, total 5.957 koperasi merah putih telah dibentuk dan 10 diantaranya menjadi role model bagi koperasi lain untuk syarat pembiayaan.
Antaranya Koperasi Hambalang Kabupaten Bogor, Kedung Waringin dan Lambangsari Kabupaten Bekasi, Jatimakmur Kota Bekasi, Mampang dan Sukamaju Depok, Cileunyi Wetan dan Cangkuang Wetan Kabupaten Bandung, Mekarwangi Cianjur dan Mekarjaya Sumedang.
"Sejak awal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyusun roadmap pengembangan koperasi merah putih dalam lima fase strategis, mulai dari Pembentukan kelembagaan koperasi hingga Juni 2025, Penguatan kapasitas pengelola hingga Triwulan III 2025 dan Pengembangan usaha koperasi mulai Triwulan IV 2025 hingga Triwulan III 2026," ujar Yuke dikutip Jumat 1 Agustus 2025.
Dua fase selanjutnya kata dia, akan dimulai setelah pemerintah selesai melakukan pengembangan usaha dengan pembentukan ekosistem koperasi selama 3 tahun mulai dari tahun 2026 sampai dengan tahun 2028.
"Sedangkan untuk fase kelima, kemandirian koperasi ditargetkan mulai pada tahun 2028," ucapnya.
Paska koperasi merah putih dirilis 21 Juli 2025 lalu lanjut Yuke, Pemprov Jabar dan kabupaten/kota terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap koperasi yang telah terbentuk.
"Salah satunya melalui Rapat Koordinasi Evaluasi Pembentukan dan Operasional yang digelar bersama Kementerian Koperasi dan UKM RI pada Sabtu, 26 Juli 2025," katanya.
Menurut Yuke, pelaksanaan koperasi merah putih juga menjadi bukti komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat, dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi yang berpihak pada rakyat.
"Ini bukan hanya soal koperasi, tetapi tentang membangun kembali harapan, memperkuat rasa memiliki, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap masa depan ekonominya sendiri," tuturnya.
Terkait penyebaran jumlah Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang terbanyak di Jabar, Yuke mengatakan penyebaran KDMP di Provinsi Jabar paling banyak tersebar di 3 wilayah diantaranya, Kabupaten Garut sebanyak 442 unit KDMP, Kabupaten Bogor sebanyak 435 unit KDMP, dan Kabupaten Cirebon sebayak 424 unit KDMP.
"Mayoritas KDMP di Jawa Barat adalah koperasi baru. Dari total 5.957 unit:, 5.932 adalah pembentukan baru, 23 pengembangan dari koperasi eksisting, merupakan koperasi yang direvitalisasi,"ungkapnya.
"Ini membuktikan bahwa KMP bukan sekadar rebranding, tapi benar-benar merupakan gerakan pembentukan koperasi dari nol, berdasarkan musyawarah desa, serta didorong oleh kebutuhan dan semangat masyarakat setempat," imbuhnya.
Selain menyusun road map untuk pengembangan koperasi merah putih menuju kemandirian, Pemprov Jabar juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi sejumlah tantangan yang akan dihadapi kedepan, baik itu dari kelembagaan, administrasi, permodalan, akses pembiayaan, pengelolaan hingga ke pemasaran.
"Sejumlah tantangan telah diidentifikasi dan ditangani dengan pendekatan terstruktur dan kolaboratif, dimana untuk Kesiapan kelembagaan dan administrasi solusinya mulai dari pendampingan, pelatihan, penyediaan dokumen legal," terangnya.
Sedangkan untuk permodalan dan akses pembiayaan, pemerintah telah menyiapkan solusi dengan menyediakan fasilitasi kredit melalui Himbara dan program dana bergulir.
"Untuk Kapasitas SDM pengelola koperasi tentu dengan pelatihan manajemen dan kewirausahaan, pembinaan berkelanjutan, dan Pemprov hadir bersama koperasi. Bukan sekadar mengawasi, tetapi mendampingi dan memperkuat dari dalam," katanya.
Guna mengantisipasi gagal bayar dalam pinjaman terhadap bank, dia memastikan Himbara hanya akan memberikan pinjaman kepada koperasi yang dinilai siap secara kelembagaan dan usahanya.
Diketahui Pemprov Jabar menggandeng banyak pihak untuk memperkuat koperasi merah putih, mulai dari BNI, BRI, Mandiri, Pupuk Indonesia, Pos Indonesia, ID Food, Bulog, Pertamina, Kimia Farma, hingga RSUD dan Puskesmas.
"Dan Pemerintah melalui Himbara menyediakan pinjaman hingga Rp 3 miliar per koperasi, bunga hanya 6% per tahun dan tenor 6 tahun. Namun, pinjaman ini hanya diberikan kepada koperasi yang telah siap secara kelembagaan dan usaha," tegasnya.
Hingga 31 Desember 2024, jumlah koperasi terdaftar di Jawa Barat mencapai 33.598 unit, dengan 16.890 unit berstatus aktif. Namun, melalui Gerakan koperasi merah putih, Jawa Barat tidak hanya menambah jumlah koperasi baru, tetapi juga membangun kelembagaan yang sehat, profesional dan berkelanjutan. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

