Penataan Kabel Semrawut Segera Dimulai, Pemprov Jabar Libatkan PLN
Kabel udara yang menjuntai semrawut di sejumlah kota di Jawa Barat, masuk radar pembenahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kabel udara yang menjuntai semrawut di sejumlah kota di Jawa Barat, masuk radar pembenahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta penataan jaringan utilitas dipercepat, agar wajah perkotaan lebih tertib, aman, dan modern.
Langkah itu kini mulai disiapkan Pemprov Jabar, melalui konsolidasi besar lintas sektor yang melibatkan APJATEL, penyedia jasa internet, perusahaan telekomunikasi hingga PLN.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, arahan gubernur sudah jelas, yakni menghentikan pola pembangunan utilitas yang berjalan sendiri-sendiri tanpa sinkronisasi dengan tata ruang kota.
“Pak Gubernur sudah memberikan arahan. Secepatnya kami akan mengundang semua komponen, mulai dari APJATEL, provider internet, hingga PLN untuk duduk bersama,” ujar Herman, Kamis (7/5/2026).
Penataan Kabel tidak hanya menyasar aspek estetika kota, tetapi juga integrasi pembangunan infrastruktur. Sebab itu, seluruh rencana jaringan utilitas akan diselaraskan dengan proyek penataan jalan dan trotoar yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
“Kita akan overlay dan sinergikan rencana mereka dengan rencana Pemda dalam penataan jalan dan trotoar,” ucapnya.
Pemprov Jabar menyiapkan tiga tahapan utama sebelum penataan dilakukan di lapangan. Mulai dari konsolidasi antarlembaga, penyusunan nota kesepahaman, hingga integrasi teknis antarinstansi dan penyedia layanan.
“Setelah konsolidasi dan ada kesepakatan, kita buat MoU. Berikutnya integrasi perencanaan teknis antara provider, PLN, APJATEL, dan pemerintah daerah, baru eksekusi,” katanya.
Herman memastikan, program tersebut tidak akan berhenti sebagai wacana. Pemprov Jabar menargetkan pelaksanaan penataan Kabel mulai berjalan bertahap pada 2026.
“2026 sudah mulai operasional, tidak ditunda-tunda,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, komunikasi awal sebenarnya sudah dilakukan terhadap sejumlah pekerjaan utilitas yang dinilai mengganggu tata kota. Salah satunya penggalian Kabel di kawasan Gedung Sate yang sempat menuai sorotan publik.
“Kami sudah komunikasi dengan APJATEL agar pekerjaan yang berjalan jangan sembarangan. Seperti di depan Gedung Sate kemarin, setelah kami komunikasikan langsung dirapikan,” tuturnya.
Ke depan, seluruh pekerjaan utilitas diwajibkan mengikuti arah penataan kota yang disusun pemerintah. Dedi Mulyadi, kata Herman, tidak menginginkan lagi adanya ego sektoral dalam pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.
“Pak Gubernur mengharapkan tidak boleh ada ego sektor. Semua harus terintegrasi dan bersinergi. Tidak pakai lama,” pungkasnya. ***
Editor : JakaPermana

