Tergantung Operator Telekomunikasi, Desember jadi Target Pemotongan Kabel Udara

Pemindahan kabel udara ke sistem bawah tanah di Kota Bandung, ditargetkan mulai dilakukan pada Desember mendatang.

Tergantung Operator Telekomunikasi, Desember jadi Target Pemotongan Kabel Udara
Pemindahan kabel udara ke sistem bawah tanah di Kota Bandung, ditargetkan mulai dilakukan pada Desember mendatang.

INILAHKORAN.ID-Pemindahan kabel udara ke sistem bawah tanah di Kota Bandung, ditargetkan mulai dilakukan pada Desember mendatang. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada kesiapan jaringan bawah tanah yang dibangun para operator telekomunikasi.

Direktur Utama PT Bandung Infra Investama (BII), Asep Wawan Dharmawan mengatakan, target waktu tersebut merupakan arahan Wali Kota Bandung. Tetapi tidak bersifat kaku, apabila kesiapan teknis di lapangan belum terpenuhi.

“Arahan pak wali memang demikian. Namun yang paling penting, adalah memastikan seluruh jaringan bawah tanah sudah siap terlebih dahulu. Jadi ketika kabel udara diputus, layanan di bawah tanah sudah berfungsi sempurna,” kata Asep Wawan Dharmawan, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, pelaksanaan pemotongan kabel udara bisa saja dipercepat apabila seluruh operator telah menyelesaikan persiapan lebih awal dari jadwal yang ditetapkan.

“Meski demikian, nanti akan kami diskusikan kembali. Jika seluruh operator sudah siap sebelum Desember, bukan tidak mungkin pelaksanaannya dipercepat,” ucapnya.

Saat ini, arahan yang berlaku adalah pemotongan kabel udara dilakukan setelah seluruh jaringan bawah tanah berfungsi dengan baik. Proses tersebut mencakup sejumlah ruas jalan, termasuk kawasan Jalan Asia Afrika.

“Untuk sementara arahan pak wali seperti itu. Jadi kita bereskan terlebih dahulu seluruh jaringan di bawah tanah. Setelah itu, baru melakukan penataan kabel yang masih berada di atas,” ujar dia.

Asep juga menyebut, tantangan utama dalam proses ini adalah memastikan perpindahan jaringan tidak mengganggu layanan telekomunikasi kepada pelanggan.

“Sebenarnya lebih kepada penerapan best practice dalam pengelolaan jaringan fiber optik oleh para operator. Mereka harus memastikan jaringan tetap terkoneksi hingga ke pelanggan,” jelasnya.

Menurutnya, sistem yang dibangun saat ini sudah memungkinkan jaringan tersedia hingga titik optical distribution point (ODP) sebelum diteruskan ke pelanggan.

“Sudah. Dalam sistem yang kami bangun, jaringan tersedia sampai ke ODP. Dari titik tersebut nantinya fiber optik dapat didistribusikan ke pelanggan,” ujar dia.

Pihaknya menambahkan, proyek mencakup 36 ruas jalan pada tahap awal dengan kemungkinan perluasan hingga sekitar 86 ruas jalan sesuai arahan Wali Kota Bandung.

"Seluruh ducting dan manhole pada tahap awal juga telah dinyatakan siap. Sementara pekerjaan tersisa, berada pada tahap penyambungan teknis ke pelanggan," tandasnya.***


Editor : JakaPermana