Pendidikan Dini Jangan Terbentur Faktor Ekonomi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Tasikmalaya- Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan memantau langsung pelaksanaan Program TK Negeri Rakyat di enam lokasi, Kamis (6/8).
Monitoring dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal, kesiapan tenaga pendidik, serta layanan pendidikan bagi anak-anak penerima manfaat berlangsung layak, ramah, dan tanpa diskriminasi.
Didampingi Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, Viman mengunjungi TK Pertiwi, TK Aisyiyah Cisalak Benda, TK Pelita, TK At-Taqwa, TK Dewi Sartika, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tamansari.
Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan peserta didik, guru, kepala sekolah, serta orang tua guna menyerap berbagai masukan sebagai bahan evaluasi program.
Viman menegaskan pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan belajar anak.
“Pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan belajar, dan kepercayaan diri anak,” kata Viman.
Ia juga menekankan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi hambatan bagi anak untuk mengenyam pendidikan.
“Keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Program TK Negeri Rakyat merupakan implementasi program prioritas Tasik Pintar yang dijalankan Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan sebagai inovasi layanan Posyandu Istimewa Bidang Pendidikan.
Program ini memberikan akses pendidikan prasekolah gratis bagi anak usia 5–6 tahun dari keluarga prasejahtera, khususnya kelompok Desil 1 dan Desil 2.
Pada tahap awal, sebanyak 850 anak menjadi penerima manfaat yang tersebar di berbagai taman kanak-kanak di Kota Tasikmalaya. Pemerintah Kota Tasikmalaya menanggung seluruh biaya pendidikan peserta didik, termasuk seragam, tas, sepatu, serta dukungan biaya operasional sekolah.
Selain mendukung implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, program tersebut juga menjadi salah satu upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) pada kelompok usia 5–6 tahun.
Hasil monitoring di enam lokasi akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menyempurnakan pelaksanaan Program TK Negeri Rakyat, mulai dari pendataan penerima manfaat, pendampingan peserta didik, distribusi perlengkapan sekolah, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan.
(nunung nurohman)
Editor : Inilahkoran


