Pendopo Kota Bandung Dikembalikan ke Desain Masa Lalu, Interior Tak Bisa Diubah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut penataan Pendopo Kota Bandung kini mengacu pada desain masa lalu. Langkah itu dilakukan guna mengembalikan karakter.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut penataan Pendopo Kota Bandung kini mengacu pada desain masa lalu. Langkah ini, dilakukan guna mengembalikan karakter awal bangunan bersejarah itu.
Dia mengatakan, pengembalian Pendopo Kota Bandung ke bentuk semula tidak dapat dilakukan sepenuhnya. Penggunaan material yang sama seperti kondisi awal, dinilai sudah tidak memungkinkan.
“Pendopo Kota Bandung sekarang sedang direnovasi, dan ditata kembali dengan mengacu pada desain masa lalu. Kalau mengembalikan secara total menggunakan bahan yang sama seperti aslinya, sepertinya tidak mungkin,” kata Farhan, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, penataan tetap diarahkan pada desain awal dengan mempertimbangkan kondisi bangunan saat ini. Pendopo juga akan diupayakan naik status menjadi cagar budaya nasional kelas A.
“Sebagai gedung cagar budaya, nantinya status Pendopo akan diupayakan untuk diangkat menjadi cagar budaya nasional kelas A,” ucapnya.
Farhan menyebut, kawasan Pendopo memiliki nilai sejarah kuat. Di kawasan itu terdapat salah satu titik yang berkaitan dengan karya Bung Karno dan pernah menjadi tempat tinggal keluarga Wiranatakusumah.
Aset keluarga Wiranatakusumah, kemudian disumbangkan kepada negara. Pendopo joglo juga menyimpan sejarah panjang, karena pernah terbakar dalam peristiwa Bandung Lautan Api.
Bangunan kemudian dibangun kembali pada 1956, setelah Konferensi Asia Afrika. Dengan latar sejarah itu, Farhan ingin desain dan fungsi lama Pendopo kembali dihidupkan.
Namun, tidak semua bagian bisa dikembalikan seperti kondisi awal. Salah satunya kolam renang yang sebelumnya menjadi fasilitas pribadi.
Kolam renang itu, nantinya dialihfungsikan menjadi fasilitas terapi air. Fasilitas ini akan mendukung rehabilitasi berbasis masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan rehabilitasi fisik.
Saat ini Pendopo masih menjadi tempat tinggal resmi wali kota. Setelah status cagar budaya diperkuat, perubahan interior tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
“Saat ini Pendopo juga masih menjadi tempat tinggal resmi wali kota secara pribadi. Nantinya setelah statusnya sebagai cagar budaya diperkuat, interior bangunan juga tidak boleh diubah sembarangan,” ujar dia.
Penataan interior, kini disiapkan agar mendekati kondisi asli Pendopo. Dia menyadari bangunan itu tidak mungkin dikembalikan 100 persen seperti semula, sehingga konsep baru tetap akan disesuaikan dengan nilai sejarahnya.
Salah satu gagasan yang disiapkan adalah menjadikan bagian tertentu sebagai galeri lukis dan seni rupa. Galeri itu, nantinya menampilkan karya seniman Kota Bandung dan menjadi bagian dari fungsi baru Pendopo Kota Bandung.
Editor : Doni Ramdhani

