Pengamat Ingatkan Dedi Mulyadi Lebih Hati-hati Ketika 'Ngonten'
Pengamat Kebijakan Publik Yogi Suprayogi mengingatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi harus lebih hati-hati, ketika membuat konten untuk media sosialnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - pengamat Kebijakan Publik Yogi Suprayogi mengingatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi harus lebih hati-hati, ketika membuat konten untuk media sosialnya.
Khususnya pada materi konten yang dapat mendiskreditkan pihak lain, sebab tidak menutup kemungkinan terjadinya dugaan pencemaran nama baik.
"Kang Dedi ini kan konten kreator, jadi kalau masukkan ke dalam video dia, akan ada pencemaran nama baik atau tidak? Kan orang aja kalau misalnya di penjara, matanya ditutup gitu kan. Di media kan kadang di blur," ujar Yogi saat dihubungi INILAH, Rabu 12 November 2025.
Sebab, bila ada konten yang menyudutkan, dikhawatirkannya akan berdampak pada psikologis pihak tersebut. "Mohon maaf, kalau psikologisnya kurang bagus, malah dia nanti bunuh diri kan. Dari sisi sanksi sosial bagus, tapi harus hati-hati," ucapnya.
Sisi lain, Yogi juga turut menyoroti terkait restorative justice yang ingin diberlakukan Dedi Mulyadi pada 2026 mendatang. Di mana, pelaku tindak pidana ringan dengan alasan tertentu, bisa diganti dengan hukuman sosial.
Selain harus berkonsultasi dengan pakar hukum, juga tetap dipastikan tidak terbentur dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Pelaku yang mendapatkan restorative justice kata dia, harus betul-betul selektif.
"Jadi jangan sampai misalnya orang maling motor karena untuk memperbaiki (hidupnya) tidak dihukum. Malah disuruh bersihin got selama lima tahun. Ya milih bersihin got selama lima tahun. Ini kan enggak adil, padahal ada hukum pidana. Jadi jangan sampai terbentur-bentur," katanya. ***
Editor : JakaPermana

