Pengamat Kebijakan Publik Tunggu Gebrakan Dedi Mulyadi-Erwan
Pengamat Kebijakan Publik Frans Ari Prasetyo menunggu gebrakan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi (KDM)-Erwan Setiawan untuk Jabar ke depan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - pengamat kebijakan publik Frans Ari Prasetyo menunggu gebrakan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi (KDM)-Erwan Setiawan untuk Jabar ke depan.
Dimana besok, KDM-Erwan akan dilantik di Istana Negara Jakarta, oleh Presiden Prabowo Subianto.
Frans menilai, sejauh ini KDM sudah memiliki perencanaan yang cukup baik, untuk membangun dan menyelesaikan sejumlah persoalan di Provinsi Jabar.
Hanya saja tinggal bagaimana selanjutnya KDM dapat mengeksekusi persoalan yang ia temukan setelah nantinya dilantik dan bekerja sebagai Gubernur Provinsi Jabar periode 2025-2030.
"Good will-nya sudah ada, masalah selanjutnya adalah (tinggal) political will-nya, kemauan politiknya untuk mengeksekusi Rencana Pembangunan Daerah yang sudah disusun oleh KDM," kata Frans saat dihubungi, Rabu 19 Februari 2025.
Angka keterpilihan yang besar, Frans juga merasa bahwa hal itu akan menjadi tantangan bagi KDM untuk menjawab kepercayaan yang diberikan masyarakat.
Terutama dari apa yang sudah ia sampaikan di berbagai kesempatan setelah ia ditetapkan sebagai Gubernur Jabar terpilih olek Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar.
"Terpilihnya KDM dengan nilai yang besar kan membuat masyarakat merasa percaya Dedi Mulyadi akan memberikan dampak yang signifikan terhadap Jawa Barat," katanya.
"Ada beberapa poin krusial memang yang sudah mulai ditawarkan kepada publik bahwa ada yang tidak benar, spil-spil lah (bocoran) kira-kira begitu," sambungnya.
Menurutnya, apa yang memang sudah disampaikan KDM setelah ditetapkan sebagai Gubernur terpilih di media sosial, juga sebagai langkah awal KDM untuk melihat respon mayarakat.
"Dengan kasus-kasus atau dengan hal-hal yang selama ini tidak beres lah kira-kira menurut saya itu sudah cukup smooth dan sangat lancar, istilahnya yang di Medsos (media sosisal), di YouTube itu sebagai cek ombak," katanya.
Meskipun demikian, Frans mengatakan, ada beberapa hal yang harus KDM diperhatikan pada saat ia akan mewujudkan visi Jawa Barat menurut versinya.
Sebab lanjut Frans, saat menjalankan roda pemerintahan, KDM tidak bisa bekerja sendiri.
"Jangan lupa ketika sudah menjabat, KDM, dia kan akan berhadapan dengan DPRD yang digawangi oleh multi partai dengan kepentingannya masing-masing mungkin bisa sama mungkin bisa berbeda," ucapnya.
Oleh karena itu penting bagi KDM untuk bisa melakukan komunikasi politik baik bersama partai pendukungnya maupun yang lain.
"Nah ini bagaimana nanti visi dan misi atau beberapa poin-poin yang sudah di spill oleh Dedi Mulyadi itu bisa diimplementasikan dengan melakukan deal politik bersama DPRD itu menurut saya," pungkasnya. ***
Editor : JakaPermana

