Pengawas TPS di Nanggewer Mekar Meninggal Dunia, Bawaslu Kabupaten Bogor Ajukan Santunan ke Jabar

Di saat sibuk-sibuknya pungut hitung suara Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, kabar duka kembali terjadi pada penyelenggara pemilu di Kabupaten Bogor.

Pengawas TPS di Nanggewer Mekar Meninggal Dunia, Bawaslu Kabupaten Bogor Ajukan Santunan ke Jabar

INILAHKORAN, Bogor-Di saat sibuk-sibuknya pungut hitung suara Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, kabar duka kembali terjadi pada penyelenggara pemilu di kabupaten bogor.

Jika sebelumnya, tujuh personil Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)  di Kabupaten Bogor yang meninggal dunia, kini satu orang Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dikabarkan meninggal dunia pada Senin kemarin.

"Innalillahi wainna ilaihi roojiun, Senin kemarin pengawas tps 22 Kelurahan Nanggewer Mekar, Cibinong Endah Budhi Hartanti (44 tahun) telah meninggal dunia," ujar Kordinator Bidang SDM, Organisasi & Diklat bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah kepada wartawan, Selasa, 20 Februari 2024.

Irvan Firmansyah menuturkan bahwa almarhumah Endah Budhi Hartanti memang memiliki riwayat penyakit asma, namun penyebab meninggal dunia apakah karena kelelahan atau karena penyakitnya masih belum ada kabar lebih lanjut dari yang berwenang.

"Kami belum tau, penyebab pasti kenapa almarhumah Endah Budhi Hartanti meninggal dunia," tutur Irvan Firmansyah.

Ia menambahkan bahwa Bawaslu Kabupaten Bogor akan memohon adanya santunan dari Bawaslu Jawa Barat maupun Bawaslu Republik Indonesia.

"Kami akan mohon adanya santunan untuk keluarga almarhumah, karena mereka tidak dicover oleh BPJS Kesehatan atau Ketenaga Kerjaan,"  tambah alumni STKIP Muhammadiyah Bogor tersebut.

Pria berusia 41 tahun ini melanjutkan hingga saat ini,  dari keseluruhan personil Bawaslu, Panwascam, PKD dan Pengawas TPS, hanya satu orang yang meninggal dunia.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi yang meninggal dunia,  kalau yang sakit sih saat ini ada beberapa orang namun belum didata apakah sudah ada yang sembuh atau masib dalam kondisi sakit," lanjut Irvan Firmansyah. (Reza Zurifwan)***


Editor : JakaPermana