Pengelola Wisata di Lembang Akui Kunjungan Wisatawan saat Libur Natal dan Tahun Baru 2023 2024 Menurun
Sejumlah pelaku usaha objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku libur Natal dan Tahun Baru 2023 2024 tidak berdampak signifikan pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan meski ada penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan di Kawasan Bandung Utara (KBU) tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah pelaku usaha objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku libur Natal dan Tahun Baru 2023 2024 tidak berdampak signifikan pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan meski ada penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan di Kawasan Bandung Utara (KBU) tersebut.
Bahkan, berdasarkan penuturan sejumlah manajemen pengelola objek wisata di Lembang, tingkat kunjungan wisatawan justru menurun pada libur Natal dan Tahun Baru 2023 2024 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Tingkat kunjungan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru 2024 sedikit menurun. Turun sekitar 5 persen," kata Public Relation PT Perisai Grup pengelola Farmhouse, Floating Market Lembang, dan TGAA, Intania Setiati.
Intan menduga turunnya tingkat kunjungan wisatawan itu dipengaruhi lebih pendeknya hari libur Tahun Baru dibandingkan Natal. Dimana, pada Selasa 2 Januari 2024 mereka harus sudah kembali beraktivitas.
"Mungkin liburnya lebih pendek ya dibanding libur Natal, dan hari Selasa ini sudah harus beraktivitas kembali. Faktor cuaca juga kemungkinan besar ikut mempengaruhi," kata Intan kepada wartawan.
"Ketika turun hujan deras, wisatawan yang sedang berwisata di Floating Market Lembang terpaksa harus berteduh, salah satunya di kuliner pasar apung," sambungnya.
Penurunan tingkat kunjungan wisatawan juga dialami objek wisata Lembang Park and Zoo (LPZ). Menurut General Manager Lembang Park and Zoo, Iwan Susanto faktor cuaca sangat berpengaruh pada tingkat kunjungan.
"Curah hujan dengan intensitas tinggi terasa banget pada kunjungan. Mengingat LPZ kan wisata outdoor," jelas Iwan.
Menghadapi musim hujan seperti sekarang ini, Iwan mengaku, pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya menyiapkan seribu payung bagi wisatawan.
"Ketika turun hujan, kami sudah menyiapkan seribu payung. Kami pun sudah menyiapkan sejumlah titik kumpul dan lebih dari 10 shelter untuk berteduh," ujarnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

