Penundaan Musda Golkar Bali ke-11, Bahlil Lahadalia: Saya Lagi Ratas Gimana Saya Mau Musda

Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Bali ke-11 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2025 di Nusa Dua, Bali, resmi ditunda.

Penundaan Musda Golkar Bali ke-11, Bahlil Lahadalia: Saya Lagi Ratas Gimana Saya Mau Musda
Penundaan Musda Golkar Bali ke-11, Bahlil Lahadalia: Saya Lagi Ratas Gimana Saya Mau Musda

INILAHKORAN, Bandung – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Bali ke-11 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2025 di Nusa Dua, Bali, resmi ditunda.

Penundaan ini terjadi lantaran Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tidak dapat menghadiri agenda penting tersebut karena harus mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh Bahlil kepada wartawan ketika ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (22/5/2025). Ia menegaskan bahwa tanggung jawabnya sebagai pejabat negara harus diutamakan, meskipun agenda partai juga tak kalah penting.

“Iya itu karena saya lagi ratas gimana saya mau Musda,” ujar Bahlil singkat seperti dikutip dari RRI.co.id.

Bahlil, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan belum dapat memastikan kapan Musda Bali akan kembali dijadwalkan.

Namun, ia menekankan bahwa agenda pemerintahan yang bersifat strategis dan mendesak memang harus menjadi prioritas.

Penundaan ini tentu menjadi kabar yang cukup mengejutkan, terutama bagi kader Golkar di Bali yang sangat menantikan kehadiran Bahlil dalam forum konsolidasi dan evaluasi kepartaian tersebut.

Sementara itu, panitia penyelenggara Musda menyatakan bahwa penundaan ini bersifat sementara dan akan dijadwalkan ulang setelah Bahlil memiliki waktu yang memungkinkan.

Mereka juga memastikan bahwa seluruh persiapan yang telah dilakukan akan tetap dijaga hingga waktu pelaksanaan baru diumumkan.

Musda ke-11 ini rencananya akan membahas agenda strategis, termasuk regenerasi kepengurusan dan arah kebijakan politik Golkar Bali dalam menghadapi Pilkada serentak.

Oleh karena itu, keterlibatan langsung Bahlil dipandang penting dalam mengarahkan proses tersebut.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan