Peralta Waspada
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
BAGI Mariano Peralta, sepak bola bukan sekadar berlari di atas lapangan hijau. Ini tentang mimpi besar, pengorbanan, dan ketangguhan mental yang diuji hingga batas maksimal.
Oleh: Muhammad Ginanjar
BAGI Mariano Peralta, sepak bola bukan sekadar berlari di atas lapangan hijau. Ini tentang mimpi besar, pengorbanan, dan ketangguhan mental yang diuji hingga batas maksimal.
Sebagai gelandang anyar Persib Bandung, pria asal Argentina ini tahu betul bahwa seragam biru yang dikenakannya membawa harapan jutaan Bobotoh. Kini, tanggung jawab itu terasa semakin nyata saat Persib bersiap melangkah ke panggung Asia, AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027.
Melihat hasil undian Grup E, Peralta sepertinya menarik napas dalam. Di sana, nama-nama besar sudah menanti: FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong-Viettel FC dari Vietnam.
Mereka bukan sekadar lawan, melainkan tembok tinggi yang harus diruntuhkan.
"Ya, tentu saja mereka adalah tim-tim yang tangguh," aku Mariano.
Peralta sadar, musuh terbesar terkadang bukan hanya taktik lawan di lapangan, melainkan kelelahan yang menggerogoti tubuh.
Dia membayangkan jam-jam panjang yang akan mereka habiskan di udara, berpindah dari satu negara ke negara lain, menembus zona waktu demi laga tandang.
Tubuh yang pegal, waktu tidur yang terkuras, dan kerinduan pada rumah menjadi riak yang harus mereka lawan di balik gemerlapnya kompetisi Asia.
Namun, alih-alih mengeluh atau menjadikannya alasan untuk menyerah sebelum bertanding, Mariano memilih untuk membakar semangatnya. Di matanya, tidak ada ruang untuk alasan.
Perjalanan jauh dan lawan yang kuat justru menjadi bahan bakar bagi Persib untuk membuktikan kepantasan mereka di level internasional.
Peralta dan rekan-rekan setimnya berjanji akan menumpahkan seluruh keringat dan energi mereka di lapangan. Mereka siap bekerja lebih keras, berlari lebih jauh, dan bertarung lebih gigih demi satu tujuan: membawa Persib Bandung lolos ke babak berikutnya.
“Kami akan berusaha memberikan yang terbaik, kerja keras terbaik kami untuk lolos ke babak berikutnya,” tegasnya.
Di sisi lain, bek Gabriel Mutombo mengutarakan hal serupa. Namun dia masih menikmati euforia kemenangan krusial atas Manila Digger di fase playoff, belum lama ini.
“Pertandingannya sangat sengit, sangat panjang, tapi pada akhirnya kami bisa memenangkan pertandingan ini, jadi ini sangat bagus untuk klub dan untuk musim ini,” ungkap Mutombo.
Bek asal Prancis ini tak menampik pada babak pertama, intensitas pertandingan sangat tinggi. Namun sayangnya, tidak ada peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol.
“Kami melewatkan banyak sekali peluang, dan setelah itu di babak kedua intensitas tim lawan menurun dan kami bisa menyelesaikan pekerjaan ini,” tuturnya.
Gabi-sapaan akrabnya membenarkan tidak mudah bagi timnya menghadapi pertandingan di ACL Two 2026/2027. Apalagi Persib satu grup dengan FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, serta The Cong-Viettel FC dari Vietnam.
“Ya, di babak penyisihan grup nanti akan sangat berat. Tapi ini sangat bagus untuk tim, dan saya pikir ini tantangan yang bagus untuk klub,” tegasnya.
Ia berharap Persib bisa lebih siap menghadapinya dengan memperbaiki segala kekurangan yang saat ini masih dialami. Sehingga timnya ini bisa bersaing di ACL Two 2026/2027.
“Ya, kami melewatkan banyak peluang, tapi kami akan memperbaikinya dan di pertandingan berikutnya saya harap kita bisa mencetak lebih banyak gol,” harapnya.(bsf)
Editor : Inilahkoran

