Perbaikan Jalan Belum Maksimal, DSDABM Kota Bandung Akui Terkendala Dana
Pemkot Bandung mengakui, masih banyak ruas jalan yang belum masuk kategori laik dilalui secara optimal. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Bandung mengakui, masih banyak ruas jalan yang belum masuk kategori laik dilalui secara optimal. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi menyebut, untuk mencapai standar jalan laik dibutuhkan dukungan anggaran yang mencukupi.
“Kalau mau jalan mantap, anggarannya juga harus memenuhi kebutuhan minimal. Namun tren anggaran sempat menurun,” kata Didi Ruswandi, Rabu 18 Juni 2025.
Ia menjelaskan, sekitar tujuh tahun lalu anggaran peningkatan jalan sempat mencapai Rp 970 miliar. Namun dalam beberapa tahun terakhir sempat anjlok hingga Rp 220 miliar. Pada tahun ini, anggaran mulai kembali naik menjadi sekitar Rp440 miliar.
“Anggaran tahun ini memang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tapi masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menjangkau seluruh jalan yang rusak atau tidak rata,” ucapnya.
Selain permasalahan jalan, pihaknya juga menghadapi tantangan lain terkait kerusakan struktur kirmir tembok penahan tanah di sepanjang saluran air yang kerap jebol akibat curah hujan ekstrem.
“Kondisi cuaca yang tidak menentu memperparah kerusakan, dan banyak titik kirmir ditempati warga karena keterbatasan lahan. Ini berpotensi menimbulkan risiko baru, baik untuk lingkungan maupun keselamatan,” ujar dia.
Meski demikian, Didi menyebut ada kemajuan dari sisi pelayanan aduan masyarakat. Sejak dibukanya saluran pengaduan resmi melalui hotline dan aplikasi SIMKURING Kota Bandung, jumlah laporan harian turun drastis.
“Dulu bisa sampai 400 laporan per hari, sekarang hanya tersisa tiga sampai enam laporan. Tetapi jenis pengaduan saat ini bergeser, dari jalan berlubang ke jalan bergelombang yang membutuhkan perbaikan berkualitas seperti overlay atau pelapisan ulang," tandasnya. *
Editor : Ahmad Sayuti

