Peringati HPSN 2023, Pemprov Jabar Dorong Pengolahan Sampah Jadi Sumber Penggerak Perekonomian

peringatan HPSN yang dilaksanakan setiap 21 Februari harus berimplikasi pada fokus Sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi volume dan upaya mitigasi menurunkan efek gas rumah kaca, tetapi juga memberi manfaat bagi perekonomian masyarakat.

Peringati HPSN 2023, Pemprov Jabar Dorong Pengolahan Sampah Jadi Sumber Penggerak Perekonomian
Plt Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Jabar Dewi Sartika

INILAHKORAN, Bandung – Plt Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Jabar Dewi Sartika berharap, dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023 yang bertajuk Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat, dapat mendorong perekonomian masyarakat.

Dewi Sartika mengatakan, peringatan HPSN yang dilaksanakan setiap 21 Februari harus berimplikasi pada fokus sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya mengurangi volume dan upaya mitigasi menurunkan efek gas rumah kaca, tetapi juga memberi manfaat bagi perekonomian masyarakat.

“Saat ini volume timbulan sampah di Jawa Barat telah mencapai 24.790 ton per hari dan yang masuk untuk dilakukan pengolahan di tempat pemrosesan akhir hanya 16.904 ton per hari atau hanya 69,6% berhasil tertangani dan sisanya dilakukan dengan berbagai metode dan aksi kolaboratif mengelola sampah bersama masyarakat,” ujar Dewi dalam sambutannya di Aula Barat Gedung Sate, Kamis 23 Februari 2023.

pengelolaan sampah saat ini diharapkan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus manifestasi dari salah satu prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, yaitu waste to resource melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular dan sampah sebagai sumber energi. HPSN 2023 harus menjadi babak baru pengelolaan sampah di Indonesia menuju zero waste, zero emission,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pada 2030 Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen melalui swadaya dan 43,20 persen bantuan internasional. Maka dari itu harus ada komitmen dan peran aktif dari pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah, guna mendorong bisnis hijau atau green bussiness yang menjadikan limbah sebagai bahan baku ekonomi. Tentunya disertai oleh peran masyarakat, lewat gerakan memilah sampah.

“Hari ini harus menjadi momentum penguatan komitmen kolaborasi dan keterlibatan seluruh stakeholder secara konstruktif di Jawa Barat, dalam mewujudkan kelola sampah juara dan lingkungan Jawa Barat yang juara lahir dan batin. Sebagai wujud partisipasi kita semua pada pelaksanaan kampanye lingkungan, dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, mari kita perkuat kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam mengelola lingkungan sekitar dan memelihara kawasan sekitar sungai, dengan terus mengkampanyekannya,” harapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar Prima Mayaningtias menambahkan, merujuk pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor SE.1/MENLHK//PSLB3/PLB.0/1/2023. Pemerintah daerah harus berkomitmen tinggi dan berperan aktif dalam melaksanakan pengelolaan sampah yang melibatkan publik, demi upaya mencapai zero emisi lewat gerakan memilah sampah.

Dia pun berharap, melalui HPSN ini dapat menjadi batu loncatan dalam membangun kesadaran untuk mengurai persoalan sampah yang terbilang kompleks. Sinergitas dan kolaborasi pentahelix sejatinya harus dilakukan, baik oleh pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, media massa dan masyarakat demi meningkatkan kualitas lingkungan di Jawa Barat. Maka dari itu, berbagai kegiatan diakuinya telah dilakukan guna mewujudkannya.

“31 Januari 2023, diselenggarakan webinar eco driving yang diikuti oleh pegawai Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar, hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya serta mengoptimalkan konsumsi bahan bakar secara efisien. 7 Februari diselenggaraan webinar pengembangan ekonomi kreatif dalam pengelolaan sampah. 20 Februari dilakukan aksi kolaboratif antara masyarakah, komunitas yang diimplementasikan melalui aksi Gerakan Pungut Sampah (GPS),” paparnya.

“Hari ini, puncak kegiatan dengan penyerahan penghargaan program penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, kepada industri. Launching rumah edukasi maggot di Gedung Sate, sebagai bagian dari program Campernik. Launching octo-point, hasil inovasi dalam meningkatkan layanan sampah di masyarakat. Uji emisi kendaraan operasional maupun umum secara gratis di Gedung Sate dan penyerahan bantuan kendaraan operasional kepada bank sampah induk Racap-Sukabumi,” tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti