Permintaan Maaf Irene Red Velvet Kembali Dibahas Setelah Jennie BLACKPINK Minta Maaf Karena Merokok
Netizen bandingkan permintaan maaf Irene Red Velvet dengan Jennie BLACKPINK saat keduanya terkena skandal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
inilahkoran - Jennie BLACKPINK akhir-akhir ini jadi bulan-bulanan netizen setelah ketahuian dirinya punya kebiasaan Merokok.
Baru-baru ini, Jennie BLACKPINK menjadi sasaran kecaman karena Merokok, menghisap vape di dalam ruangan dan mengembuskan asapnya ke wajah anggota staf di dekatnya.
Idola wanita tersebut telah merilis Permintaan maaf resmi melalui agensinya, ODDATELIER. Namun, banyak netizen yang menganggap Permintaan maaf ini tidak cukup dan menganggap citra publik Jennie BLACKPINK telah ternoda.
Di tengah kritik yang ditujukan pada Jennie BLACKPINK, bagaimanapun, Permintaan maaf Irene Red Velvet di masa lalu atas kontroversi sikapnya mulai dibahas juga.
Secara khusus, netizen membandingkan Permintaan maaf ini dengan Permintaan maaf Jennie BLACKPINK dan selebritas lain.
Menunjukkan bahwa tidak seperti orang lain yang sering mengunggah surat Permintaan maaf singkat di story (yang hilang setelah 24 jam) atau menghapusnya setelah jangka waktu tertentu, Irene Red Velvet tetap mengunggah permintaan maafnya sejak tahun 2020.
Menurut netizen, hal tersebut menjadi bukti bahwa Irene Red Velvet telah benar-benar merenungkan perbuatannya dan menyesali kesalahannya.
Berikut ini beberapa komentar pada topik terkait di forum Korea Pann Nate:
"Idol sering menghapusnya setelah beberapa waktu atau hanya mengunggahnya sebagai cerita, jadi Irene sangat mengesankan."
"Ah, dia benar-benar memiliki kepribadian yang lugas. Dia profesional dan keren dalam beberapa hal, tetapi juga sensitif."
"Irene meminta maaf tiga kali. Melihat tindakannya setelah meminta maaf, aku berharap orang-orang berhenti mengumpatnya."
"Saya suka kalau dia terlihat berpikir dengan tulus," komentar netizen lain.
"Irene memang yang terbaik, dia tulus... Jennie nggak unggah Permintaan maaf di media sosialnya karena takut feed Insta-nya jadi kotor, lol."
"Saya sungguh benci ketika orang memposting Permintaan maaf sebagai cerita yang hilang dalam sehari."***
Editor : Irma Nurfajri


