Persoalan Banjir di Pasar Panorama Lembang Tak Kunjung Selesai, Begini Alasan PUTR KBB
Permasalahan banjir yang kerap terjadi di kawasan Pasar Panorama Lembang seakan menjadi persoalan klasik yang tak kunjung selesai, lalu bagaimana tanggapan DPUTR KBB?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Permasalahan banjir yang kerap terjadi di kawasan Pasar Panorama Lembang seakan menjadi persoalan klasik yang tak kunjung selesai.
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat melakukan normalisasi perbaikan dan pembersihan saluran drainase di sepanjang jalan depan Pasar Panorama Lembang usai mendapat intruksi dari Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, pada 19 Oktober 2021 lalu.
Kendati sempat dilakukan pengerukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) KBB, nyatanya masih ada luapan air di saluran drainase di sepanjang Jalan Raya Lembang. Bahkan, sempat dikeluhkan para pedagang Pasar Panorama Lembang.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUTR KBB, Rachmat Adang Syafaat kembali memastikan pihaknya bakal melakukan penataan kawasan di depan pasar panorama Lembang agar tidak selalu banjir.
Ia pun mengakui, selama ini jika hujan deras turun di lokasi tersebut kerap tergenang banjir karena meluapnya air dari drainase yang tidak mampu menampung air.
"Sedang kami upayakan agar di sana (depan Pasar Panorama) tidak lagi banjir setiap kali hujan turun," katanya kepada wartawan, Rabu 26 Oktober 2022.
Ia menyebut, untuk normalisasi drainase di depan Pasar Panorama Lembang harus berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Jawa Barat.
"Karena jalan di lokasi itu statusnya jalan provinsi sehingga kewenangannya ada di Pemprov Jabar," sebutnya.
Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu sempat melakukan pengerukan drainase di depan Pasar Panorama Lembang.
Namun, ia beralasan, hal itu hanya penanganan sementara mengingat sempat terjadi banjir di jalan provinsi itu sehingga membuat mobil tidak bisa melintas.
"Upaya penanganan sementara dengan mengeruk lumpur dan sampah di sana sudah dilakukan. Namun jika perbaikannya tidak menyeluruh dikhawatirkan banjir masih akan tetap terjadi," tandasnya. *** (agus satia negara).
Editor : Ahmad Sayuti

