Pesawat Tanpa Awak PT DI Bisa Bikin Hujan Buatan

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI) Elfien Goentoro mengatakan, pesawat tanpa awak yang dikembangkannya tak hanya sekadar bisa memantau teritori saja. Namun, Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) itu pun bisa digunakan untuk keperluan lain.

Pesawat Tanpa Awak PT DI Bisa Bikin Hujan Buatan
istimewa

INILAH, Bandung - Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI) Elfien Goentoro mengatakan, pesawat tanpa awak yang dikembangkannya tak hanya sekadar bisa memantau teritori saja. Namun, Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) itu pun bisa digunakan untuk keperluan lain.

Menurutnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyampaikan kebutuhannya terhadap pesawat dengan konfigurasi hujan buatan. Untuk kebutuhan tersebut, dia mengaku telah dituangkan dalam letter of intent (LoI) dimana sebelumnya BPPT telah mengoperasikan pesawat terbang dalam rangka melaksanakan misi hujan buatan yaitu NC212 buatan PT DI sejak 1993.

“Pesawat dengan konfigurasi hujan buatan untuk BPPT ini kemudian dapat dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan, serta mengantisipasi kemarau berkepanjangan dengan teknologi modifikasi cuaca dengan cara menaburkan garam (NaCl) pada awan-awan potensial,” kata Elfien di Bandung, Senin (30/12/2019).

Bertepatan dengan acara peluncuran PUNA MALE, Kepala BPPT Hammam Rizadan Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro menandatangani nota kesepahaman tentang pemanfaatan sumber daya, serta sarana dan prasarana. Ruang lingkup nota kesepahaman ini meliputi penyiapan pesawat terbang produksi PT DI guna memenuhi kebutuhan BPPT, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana dan potensi penyediaan dukungan pemeliharaan pesawat terbang, termasuk pengoperasian.


Editor : Doni Ramdhani