Petani KBB Kecewa Harga Tomat Anjlok, Minta Pemkab Carikan Solusi
Harga tomat anjlok dikeluhkan para petani di Kabupaten Bandung Barat dan mereka pun meminta pemerintah mencarikan solusinya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Anjloknya harga tomat membuat para petani di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kecewa.
Para petani menilai pemerintah tidak bisa melindungi hasil kerja kerasnya lantaran di tingkat produsen harga tomat anjlok dan hanya dihargai Rp5.000 per kilogram.
"Anjloknya harga tomat sampai Rp5.000 per kilo, untuk beli pupuk aja gak ketutup," keluh Ace, petani tomat asal Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu 9 Maret 2022.
Ia menyebut, di desanya tidak sedikit petani yang menanam buah tomat, namun untuk pertama panen harga tomat betul-betul anjlok terlebih menjelang bulan Ramadan.
Baca Juga: Yusi Riksa Sebut Kekerasan Seksual Terhadap Anak Tindakan yang Mengerikan
"Biasanya harga tomat ditingkat pembeli bisa mencapai Rp 13.000 – Rp 15.000 perkilogram, namun saat ini anjlok menjadi Rp 5000 per kilonya," sebutnya.
Dengan kondisi seperti itu, lanjut dia, pihaknya meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat untuk mencari solusi bagi para petani.
"Untung masih ada buah sayuran lain yang tak ikut anjlok harganya, jadi bisa menutupi,” imbuhnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, wilayah Kecamatan Ngamprah merupakan sentra produksi sayur-sayuran, seperti kentang, kubis, cabai, daun bawang, sawi, bawang merah, termasuk tomat.
Baca Juga: Sebut Hoax Ciro Alves ke Persib, Teddy Tjahjono Lebih Fokus Selesaikan Liga 1
"Biasanya pedagang dari luar daerah itu membeli langsung kepada petani. Tapi sudah beberapa pekan terakhir ini, tidak satu pun pedagang dari luar datang membeli hasil panen petani,” ujarnya.
Kendati demikian, tambah dia, untuk menyiasati hal itu dirinya pun mencoba menjual tomatnya di sejumlah pasar di KBB, seperti Pasar Tagog Padalarang dan Pasar Cisarua.
“Akibat anjloknya harga dan sepi pembeli, panen tomat kita jual di pasar-pasar terdekat. Kita berharap pemerintah bisa memberikan solusi terutama saat ini mendekati bulan puasa,” tandasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


