PFL 2026 Jadi Wadah Pemasaran Usaha Ultra Mikro
Gelaran babak Final Pro Futsal League (PFL) 2026, tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi tempat pemasaran bagi para pengaku usaha
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gelaran babak Final Pro Futsal League (PFL) 2026, tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi tempat pemasaran bagi para pengaku usaha ultra mikro.
Sebagai bagian dari program pembinaan nasabah prasejahtera oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sejumlah pelaku usaha kecil dilibatkan untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada sekitar 5.400 penonton yang memadati arena pertandingan.
Salah satu pelaku usaha yang terlibat adalah Iin Sutiyani, seorang produsen pempek rumahan sekaligus nasabah PNM Mekaar. Iin mengaku mengalami lonjakan penjualan yang signifikan selama acara berlangsung dibandingkan dengan hari-hari biasa.
"Alhamdulillah, biasanya saya jualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, tapi di sini hasilnya jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan. Uang yang saya dapat tentu akan saya gunakan untuk kebutuhan keluarga dan pengobatan suami," kata Iin dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/6/2026).
Iin telah menjalankan usaha pempek berdasarkan resep keluarga selama 18 tahun. Usaha tersebut kini menjadi tulang punggung utama keluarganya, terutama setelah kondisi kesehatan suaminya menurun.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa pelibatan sektor usaha kecil dalam ajang olahraga besar ini bertujuan untuk memberikan ruang bertumbuh bagi para pelaku usaha perempuan dari komunitas prasejahtera.
"Melalui berbagai kesempatan yang dihadirkan, kami berharap para perempuan prasejahtera dapat memiliki ruang untuk terus bergerak, menjaga harapan, dan memperkuat ekonomi keluarganya," ujar Kindaris.
Program pelibatan pelaku usaha mikro dalam ajang PFL 2026 ini merupakan kelanjutan dari inisiatif pemberdayaan ekonomi tahun lalu, yang difokuskan pada perluasan akses pasar bagi nasabah binaan di sektor ekonomi akar rumput.
Editor : Ahmad Sayuti


