Pilkades Digital di Indramayu Mampu Efisiensi Anggaran Hingga 80 Persen, DPRD Jabar Siap Dukung Penuh
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) digital serentak di Kabupaten Indramayu menjadi momentum penting bagi percepatan digitalisasi tata kelola pemerintahan desa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Digital serentak di Kabupaten Indramayu menjadi momentum penting bagi percepatan digitalisasi tata kelola pemerintahan desa.
Indramayu tercatat sebagai daerah pertama di Jawa Barat, yang mengadopsi sistem hybrid menggabungkan pemungutan suara manual dan Digital dalam satu proses pemilihan.
Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono menyebut, penerapan sistem ini merupakan inovasi pelayanan publik yang mampu berjalan efektif dan efisien langsung di lapangan.
“Sistem ini tetap menjaga asas langsung, umum, bebas, dan rahasia, namun menghadirkan efisiensi yang sangat signifikan. Jika satu TPS biasanya membutuhkan anggaran Rp25 juta, kini hanya Rp4 juta. Ini efisiensi lebih dari 80 persen,” kata Ono, Rabu 10 Desember 2025.
Menurutnya, keberhasilan proyek percontohan ini bisa membuka jalan bagi perubahan besar dalam penyelenggaraan Pilkades di Jawa Barat.
“Jika berhasil, sistem Digital ini bisa diterapkan di seluruh desa pada Pilkades berikutnya. Ini langkah maju bagi tata kelola pemerintahan desa,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi menjelaskan, Pilkades hybrid di Indramayu merupakan bagian dari uji coba resmi digitalisasi pemilihan kepala desa yang diterapkan bertahap di Jawa Barat.
Ade menekankan bahwa digitalisasi tidak hanya mengganti surat suara dengan perangkat elektronik, tetapi merombak seluruh mekanisme pemungutan hingga penghitungan suara.
“Pemilih tetap datang ke TPS, namun proses memilih dilakukan melalui perangkat elektronik. Begitu warga memilih, suara langsung terekam dan terhitung otomatis dalam sistem,” ucapnya.
Di sisi persiapan, DPMD melakukan sosialisasi dan pelatihan intensif selama dua bulan untuk memastikan seluruh pihak siap mengoperasikan sistem baru.
“Kami melakukan sosialisasi melalui media sosial, pertemuan langsung, hingga pelatihan teknis empat kali. Hasilnya, masyarakat cukup cepat memahami mekanisme baru ini,” tandasnya. ***
Editor : JakaPermana


