Pilu...Minta Rutilahu Tak Ada Respons, Rumah Janda di Mandalawangi Ambruk Rata dengan Tanah

Sebuah rumah di Kampung Pabuaran, Mandalawangi, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, tiba-tiba ambruk dan rata dengan tanah.

Pilu...Minta Rutilahu Tak Ada Respons, Rumah Janda di Mandalawangi Ambruk Rata dengan Tanah
Rumah janda ambruk di Mandalawangi

INILAHKORAN, Ngamprah - Sebuah rumah di Kampung Pabuaran RT 2 RW 1, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, tiba-tiba ambruk rata dengan tanah.

Rumah yang diketahui milik Yani Hasanah (44) seketika ambruk lantaran tiang rumah yang telah keropos hingga tak mampu menahan beban bangunan semi permanen tersebut.

Selain itu, rumah tersebut juga tak pernah diperbaiki sejak awal dibangun. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Hingga saat ini, Yani Hasanah dan dua orang putranya telah diungsikan sementara ke rumah putra sulungnya di Kampung Babakan Bandung, Desa Rajamandala Kulon.

“Kejadiannya hari Sabtu, sekitar jam 22.30 WIB. Ibu dan adik-adik saya sudah diungsikan dulu di rumah saya," ujar anak sulung Yani, Atang (31), Rabu 15 September 2021.

Baca Juga: Jelang PTM, Pemkab Bandung Barat Imbau Para Pelaku Transportasi Segera Divaksin

Atang mengakui, rumah tersebut memang sudah tak layak huni. Beberapa dindingnya bolong. Bahkan jika hujan turun atapnya selalu bocor.

Ia menyebut, sudah sejak lama dirinya memperingatkan sang ibu agar tinggal bersama dirinya lantaran khawatir bangunan itu ambruk.

"Saya sudah minta ini tinggal bersama saya, tapi nggak mau. Katanya nggak enak. Tapi pas hari Jumat dia mau pindah, eh hari Sabtunya ambruk. Untung ibu nggak ada di sana,” bebernya.

Ia menjelaskan, ibunya adalah single parent. Menurutnya, jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk berjuang menafkahi kedua anaknya yang duduk di bangku SMP dan SD saja, sulitnya minta ampun.

Baca Juga: Toko Disegel Satpol PP Bandung Barat, Manajer Mini Market Batujajar Hanya Bisa Pasrah

Ia menyebut, beberapa kali mengajukan permohonan bantuan rumah tak layak huni (rutilahu), namun tak pernah mendapat respons.

"Ibu saya janda, tiap hari berjualan. Penghasilan hanya cukup buat makan. Kita sudah ajukan bantuan perbaikan rumah ke pemerintah sejak lama namun tak pernah dapat," jelasnya.

Ia menerangkan, dirinya telah melaporkan kejadian itu ke pemerintah daerah hingga Pemprov Jabar. Ia berharap pemerintah hadir untuk membantu perbaikan rumah milik ibunya.

"Kemarin dibantu saudara sudah lapor ke Plt Bupati melalui akun media sosialnya, kita juga lapor ke Jabar Bergerak. Bahkan ke Jabar Quick Respons, kemarin sudah diminta KK dan KTP. Mudah-mudahan segera turun tangan," harapnya. (agus satia negara).


Editor : inilahkoran