Pj Wali Kota dan Dirut Perumda PPJ Akan Rutin Pantau Harga Bahan Pokok ke Pasar

Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor akan melakukan pemantauan rutin ke pasar-pasar yang menjadi perhatian Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi, serta pasar yang dianggap penting. Belum lama ini Hery mengunjungi Pasar Induk Teknik Umum (TU) Kemang, Kecamatan Tanah Sareal.

Pj Wali Kota dan Dirut Perumda PPJ Akan Rutin Pantau Harga Bahan Pokok ke Pasar

INILAHKORAN, Bogor - Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor akan melakukan pemantauan rutin ke pasar-pasar yang menjadi perhatian Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi, serta pasar yang dianggap penting. Belum lama ini Hery mengunjungi Pasar Induk Teknik Umum (TU) Kemang, Kecamatan Tanah Sareal.

"Kemarin di Pasar Induk TU Kemang terdapat komoditas seperti bawang merah, bawang putih dan cabai, yang seringkali mempengaruhi tingkat inflasi. Hasil pantauan, harga-harga komoditas tersebut masih terkendali, bahkan beberapa di bawah harga Eceran Tertinggi (HET)," tutur Hery pada Minggu 06 Oktober 2024.

Hery memaparkan, bahwa kendali harga yang terlalu jauh dibawah HET juga perlu mendapatkan perhatian. Pengendalian harga tidak hanya diperlukan ketika harga diatas HET, tetapi juga ketika harga jauh dibawah HET, agar deflasi yang berkepanjangan dapat dihindari.

"Jika deflasi terus terjadi selama tiga bulan berturut-turut, ini perlu diwaspadai, karena bisa berdampak pada daya beli masyarakat," papar Hery.

Hery menjelaskan, selain memantau harga, dirinya juga mendengarkan keluhan pedagang terkait margin keuntungan yang tidak sesuai harapan, serta masalah infrastruktur pasar. Revitalisasi total pasar baru bisa dipikirkan setelah konsesi pihak ketiga selesai pada tahun 2025.

"Pengelolaan Pasar Tekum memang dari PPJ, tetapi infrastruktur masih dalam konsesi pihak ketiga, sehingga APBD atau investasi modal dari Perumda belum bisa dilakukan untuk perbaikan," jelas Hery.

Terpisah, Dirut Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin menuturkan, pemantauan harga-harga bahan pokok sudah rutin dilakukan pihaknya, namun untuk memantau secara langsung oleh jajaran pimpinan juga akan rutin dilakukan.

"Ini untuk mengetahui ketersediaan bahan pokok dan melihat pergerakan harga. Sejauh ini belum ada kenaikan yang siginifikan," tuturnya.

Jenal juga mengatakan, untuk khusus Pasar Induk TU Kemang, bahwa saat ini fokus pengelolaan pasar lebih pada pelayanan kepada masyarakat dan pedagang, termasuk kenyamanan, kebersihan, ketertiban, perparkiran, MCK dan bongkar muat.

"Aset pasar ini masih dalam proses penyelesaian antara Pemkot Bogor dengan PT Galvindo Ampuh. Diharapkan pada tahun 2027, proses revitalisasi bisa dilakukan," terang Jenal.


Editor : Ahmad Sayuti