PMCI Harap Korban Koperasi Cipaganti Bersatu agar Putusan MA Segera Dieksekusi
Perkumpulan Mitra Cipaganti Indonesia (PMCI) yang menaungi tiga ribuan korban Koperasi Cipaganti berharap para korban lainnya yang belum bergabung, agar segera bersatu supaya putusan MA (Mahkamah Agung) Nomor 647 Tahun 2020 segera dieksekusi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Perkumpulan Mitra Cipaganti Indonesia (PMCI) yang menaungi tiga ribuan korban Koperasi Cipaganti berharap para korban lainnya yang belum bergabung, agar segera bersatu supaya putusan MA (Mahkamah Agung) Nomor 647 Tahun 2020 segera dieksekusi.
Sebab, Ketua Legal Drafting PMCI Syarifudin mengatakan hingga kini masih ada sekitar 5.700 korban lagi yang belum bergabung dari total 8.700 korban Koperasi Cipaganti.
Dia menegaskan, hingga saat ini belum ada pengumuman dari Kejati maupun Kejari akan jadwal lelang aset Koperasi Cipaganti. Padahal putusan MA terbit sejak 2020 silam. Ini terjadi karena para korban belum berada dalam satu wadah asosiasi PMCI sehingga menyulitkan proses lelang.
"Dari delapan asosiasi korban Koperasi Cipaganti, sudah enam asosiasi yang sudah gabung di PMCI. Kami harap sisanya, para korban yang tersebar di seluruh Indonesia dapat bergabung sehingga putusan MA agar aset Cipaganti segera dilelang dan hasilnya dibagikan kepada para korban. Sebab, sekarang sudah berjalan tiga tahun tapi belum ada kepastian," ujar Syarifudin dalam konperensi pers di Pasteur, Kota Bandung, Senin 22 Mei 2023.
Dia menambahkan, total kerugian yang dialami 8.700 korban Koperasi Cipaganti berkisar Rp3,2 triliun. Kendati nilai aset ditaksir nilainya hanya sekitar Rp1 triliun, dia berharap angka tersebut dapat mengobati sedikit kerugian para korban.
"Kalau ditaksir, dari aset yang datanya kami miliki. Masih jauh, tidak sampai separuhnya, sekitar Rp1 triliun. Tapi tidak masalah, yang penting bisa dibagikan kepada para korban," ucapnya.
Mengingat banyak korban yang tidak hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga mendapatkan dampak immateril. Maka dari itu, Syarifudin sangat mengharapkan para korban yang belum bergabung untuk segera terlibat dalam PMCI, agar proses lelang aset Cipaganti dapat berjalan maksimal.
"Dari arahan MA, agar para korban tergabung dalam satu wadah asosiasi. Jadi kita harap yang lain dapat segera bergabung ke PMCI. Supaya kita semua yang menunggu realisasi dari keputusan MA, berharap uangnya bisa kembali dan tidak berlarut-larut terlalu lama lagi," harapnya.
Senada disampaikan salah satu korban, Diana Nasution yang berharap persoalan ini dapat segera selesai dan kerugian investasinya, dapat segera kembali pasca lelang aset dirampungkan.
"Kami sangat berharap pelaksanaan lelang yang telah tiga tahun menggantung setelah keputusan MA dapat dilaksanakan dan uang kami bisa kembali," tuturnya.
Pada medio Oktober 2015 silam, Pengadilan Tinggi Bandung menetapkan Andianto Setiabudi selaku pendiri Cipaganti Group dengan hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp150 miliar.
Wakil Ketua Koperasi Cipaganti Julia Sri Redjeki dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp100 miliar, Bendahara Koperasi Cipaganti Yulinda Tjendrawati Setiawan dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp100 miliar, serta karyawan koperasi Cece Kadarisman dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp75 miliar.*** (yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani

