Polisi Sebut Pembunuhan di Sekelimus Sudah Direncanakan
Polrestabes Bandung menyebutkan jika pembunuhan di Sekelimus yang dilakukan mantan kakak ipar sudah direncanakan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Polisi mengungkap jika pembunuhan yang terjadi di Sekelimus, beberapa waktu lalu sudah direncanakan. Saat itu, pelaku yang diketahui berinisial CMM (30) nekat membunuh adik iparnya Nanda Tritami (26).
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sekelimus Tengah, Kecamatan Bandung Kidul, pada Sabtu, 9 Mei 2026, malam.
“Korban ini menurut keterangan dari pelaku terlalu ikut campur ya masalah kehidupan keluarga pelaku," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, Jumat (15/5/2026).
Korban mengalami luka tusuk parah pada beberapa bagian tubuh. Sedikitnya ada delapan luka tusuk yang teridentifikasi. Meski telah dibawa ke rumah sakit, nyawa korban tak tertolong.
"Jadi dari hasil autopsi ada satu luka yang di tubuh korban ya, yang di bagian dada yang menembus ke paru, ya yang menyebabkan korban meninggal dunia," ungkapnya.
Sementara CMM ditangkap di lokasi kejadian oleh warga dan diserahkan ke polisi untuk penanganan lebih lanjut. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti pisau, pakaian, hingga tas korban.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sakit hati kepada korban karena sering ikut campur dengan urusan keluarganya. Tersangka pun dendam dan akhirnya merencanakan untuk menghabisi nyawa korban.
"Motifnya tadi, karena korban menurut keterangan pelaku turut campur masalah kehidupan keluarganya. Ya karena ada permasalahan sebelumnya antara pelaku dengan istrinya yang merupakan kakak dari korban ya," ucapnya.
Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan Berencana. "Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," ucapnya.
Anton menjelaskan, pasal itu diterapkan lantaran pelaku telah merencanakan pembunuhan tersebut. Hal ini diantaranya dibuktikan dengan pelaku yang membuntuti korban hingga membawa pisau yang digunakan untuk menusuk korban.
"Sehingga penyidik di sini berkesimpulan, apa yang dia lakukan itu sudah direncanakan sebelumnya, bukan spontanitas. Ya kalau spontanitas mungkin ya tiba-tiba langsung dia melakukan kekerasan," katanya
"Tapi di sini dia sudah membawa alat-alat yang memang dia niatkan untuk melakukan kekerasan kepada korban seperti itu," tambahnya.
Editor : Ahmad Sayuti

