Pompanisasi Air Selamatkan 33 Hektare Sawah di Garut

Pompanisasi Air Selamatkan 33 Hektare Sawah di Garut
POMPANISASI: Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menurunkan tim melakukan pompanisasi air untuk menyelamatkan lahan sawah seluas 33 hektare yang terdampak kekeringan.

INILAH, Garut- Hamparan sawah di Kabupaten Garut sempat berubah sunyi. Aliran irigasi yang biasanya lancar perlahan mengering, menyisakan kekhawatiran mendalam bagi para petani yang menggantungkan hidup dari tanah tersebut.

Dari total 452,8 hektare lahan yang terdampak kekeringan, ancaman gagal panen nyata di pelupuk mata .Namun, kesunyian itu pecah oleh deru mesin pompa brigade yang dikerahkan oleh petugas lapangan Dispertan Garut.

Menggunakan 95 unit pompa air yang disiagakan di seluruh kecamatan, para petugas bersama kelompok tani bahu-membahu menarik air dari sumber-sumber yang tersisa menuju petak-petak sawah yang kritis.

“Ada 33 hektare yang berhasil dipulihkan,” kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian di Garut, Minggu (30/8).

Ia menuturkan, musim kemarau telah menyebabkan lahan pertanian di sejumlah daerah dilanda kekeringan karena tidak terjangkau dengan sumber air terdekat seperti sungai maupun mata air.

Lahan pertanian yang sulit dijangkau aliran air irigasi, kata dia, dilakukan dengan cara pompanisasi yakni menarik air untuk bisa memenuhi kebutuhan air lahan tani yang kekeringan.

“Jika ada laporan terjadi kekeringan, petugas akan melakukan upaya pompanisasi dengan menggunakan pompa brigade yang disiagakan,” katanya.

Ia menyampaikan, Dispertan Garut saat ini sudah menyiapkan 95 unit pompa air yang disiagakan di seluruh kecamatan untuk membantu petani menarik air ke lahan pertaniannya.

Upaya pompanisasi itu, kata dia, baru mampu mengatasi lahan pertanian seluas 33 hektare dari lahan pertanian yang terdampak kekeringan dilaporkan seluas 452,8 hektare.

“Sisanya sedang diupayakan, kendalanya di sumber air yang semakin kering,” katanya.

Ia menyampaikan, sepanjang sumber airnya memadai untuk dilakukan pompanisasi maka tim pompa yang siaga di setiap kecamatan akan langsung bergerak merespons cepat laporan dari petani.

Terutama, lanjut dia, tindakan pompanisasi air diprioritaskan untuk menyelamatkan tanaman padi yang sudah mau memasuki usia panen.

“Untuk pompanisasi kita fokuskan pada upaya penyelamatan tanaman yang sudah masuk ke fase generatif sehingga bisa dipanen,” katanya. (bsf)


Editor : Inilahkoran