Prabowo Tegas! Izin Perusahaan Terlibat Karhutla Bakal Dicabut
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pencabutan izin usaha perusahaan yang terbukti atau diduga terlibat pembakaran hutan dan lahan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemerintah mencabut izin usaha perusahaan yang terbukti atau diduga terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan (karhutla).
Perintah tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Riau, Senin (24/8/2026). Langkah tegas itu diambil di tengah meluasnya kabut asap dari sejumlah wilayah Indonesia hingga ke negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.
Prabowo menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap perusahaan yang terbukti memiliki keterlibatan dalam pembakaran hutan dan lahan.
Selain perusahaan, Prabowo juga meminta masyarakat tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka maupun membersihkan lahan.
Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan pembukaan lahan dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar mendapatkan bantuan dengan cara yang aman dan tidak memicu kebakaran.
Prabowo Minta Pencegahan Diperkuat
Prabowo juga meminta pemerintah daerah bersama TNI dan Polri memperkuat upaya pencegahan karhutla, terutama di desa-desa yang berada di wilayah rawan kebakaran.
Penanganan, kata dia, tidak boleh menunggu api membesar. Setiap indikasi munculnya titik api harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak meluas.
Saat mengunjungi Palembang, Prabowo meminta petugas segera mendatangi lokasi yang terdeteksi memiliki titik api sekaligus memastikan ketersediaan sumber air di wilayah rawan karhutla.
Salah satu langkah yang didorong yakni pembangunan sumur bor di kawasan yang kerap mengalami kebakaran. Keberadaan sumur bor diharapkan dapat mempercepat penanganan ketika titik api kembali muncul.
Pemerintah Kerahkan Water Bombing
Selain penanganan langsung di lapangan, pemerintah juga meningkatkan pemantauan titik panas menggunakan satelit.
Helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak karhutla.
Kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan dilaporkan telah membakar sekitar 85.000 hektare lahan.
Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah terdampak. Asap hasil pembakaran juga menyebabkan kualitas udara memburuk di sejumlah daerah dan dilaporkan menyebar hingga wilayah Malaysia dan Singapura.
Pemerintah kini terus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.***
Editor : JakaPermana

