Program Tebus Ijazah Siswa KDM Dikritisi Dechan, Ini Alasannya !

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Dede Candra Sasmita mengkritisi program tebus ijazah yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM)

Program Tebus Ijazah Siswa KDM Dikritisi Dechan, Ini Alasannya !
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Dede Candra Sasmita mengkritisi program tebus ijazah yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM)

INILAHKORAN, Bogor - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Dede Candra Sasmita mengkritisi program tebus ijazah yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM)

Apalagi, Pemprov Jawa Barat kabarnya mengalokasikan anggaran Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) sebesar Rp 600 miliar kepada yayasan pendidikan sekolah lanjut tingkat atas dan setingkat yang swasta untuk menebus ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah atau yayasan pendidikannya.

Tetapi, kenyataannya di lapangan, usai ijazah diberikan kepada siswa, pihak yayasan pendidikan sekolah lanjut tingkat atas swasta tidak juga mendapatkan BPMU.

"Gubernur Jawa Barat KDM harus memastikan, bahwa anggaran BPMU itu ada, agar program tebus ijazah siswa itu benar - benar ada dan bukan hanya janji semata," ucap Dede Candra Sasmita kepada wartawan, Senin, 17 November 2025.

Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat itu pun menyayangkan mentahnya program tebus ijazah siswa yang digalakkan Pemprov Jawa Barat.

Ia pun menjelaskan, jangankan ketersediaan anggaran BPMU. Porsi anggaran atau dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pun berkurang.

Dede Candra Sasmita pun berharap kebijakan efesiensi Anggaran Pedapatan Belanja Daerah (APBD) tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti sektor pendidikan.

"Harusnya efesiensi di APBD Jawa Barat tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti tebus ijazah siswa, lebih baik anggaran makan minum, anggaran pelatihan SDM ASN Pemprov Jawa Barat dan sejenis yang dikurangi untuk menutup defisit anggaran," harap Dechan sapaan akrabnya.***


Editor : JakaPermana