PSEL Bogor Raya di Kayu Manis, per Hari Bisa Olah 1.000 Ton Sampah

Pemkot Bogor mulai mematangkan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik PSEL Bogor Raya di Kayu Manis.

PSEL Bogor Raya di Kayu Manis, per Hari Bisa Olah 1.000 Ton Sampah
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebut, PSEL Bogor Raya itu bernama PSEL Aglomerasi dan bisa menjadi solusi pengelolaan sampah terpadu di wilayah Bogor dan sekitarnya. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Pemkot Bogor mulai mematangkan pembangunan Pengolahan sampah menjadi Energi Listrik PSEL Bogor Raya di Kayu Manis.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebut, PSEL Bogor Raya itu bernama PSEL Aglomerasi dan bisa menjadi solusi pengelolaan sampah terpadu di wilayah Bogor dan sekitarnya.

"Jadi, untuk PSEL Bogor Raya di Kayu Manis ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari," kata Dedie, Senin (20/4/2026).

Dedie menerangkan, konsep aglomerasi memungkinkan kerja sama antarwilayah dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber energi listrik. 

"Ini kan pembangkit listrik tenaga sampah. Jadi bisa dari Depok, Kabupaten Bogor atau wilayah lain sekitar Kota Bogor yang ingin bekerja sama," terangnya. 

Dedie menjelaskan, terkait kesiapan proyek, bahwa lahan untuk pembangunan PSEL telah tersedia. Selain itu, berbagai aspek administratif dan teknis juga telah rampung dibahas bersama pemerintah pusat.

"Lahan sudah siap, administrasi sudah siap. Secara teknis, pembicaraan dengan Menko Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Dalam Negeri, hingga Danantara juga sudah selesai. Tinggal langkah berikutnya berupa proses lelang oleh Danantara," jelasnya.

Dedie menegaskan, dengan kapasitas besar yang dimiliki, proyek ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah secara signifikan. 

Pemkot Bogor optimistis, jika pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir berjalan optimal, termasuk pemilahan sampah dan pemanfaatan residu menjadi energi. 

"Apabila PSEL Aglomerasi ini berjalan baik, kami optimis Kota Bogor akan jauh lebih bersih ke depannya," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani