Puluhan Tahun Hidup dalam Gelap, Warga Kampung Tonjong KBB Akhirnya Bakal Dialiri Listrik 

Di usianya yang akan menginjak 16 tahun, pemerintahan daerah KBB akan mengalirkan listrik bagi warga Kampung Tonjong.

Puluhan Tahun Hidup dalam Gelap, Warga Kampung Tonjong KBB Akhirnya Bakal Dialiri Listrik 
Kampung Tonjong yang berada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, KBB itu belum teraliri listrik selama puluhan tahun. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Di usianya yang akan menginjak 16 tahun, pemerintahan daerah KBB akan mengalirkan listrik bagi warga Kampung Tonjong.

Kampung Tonjong yang berada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, KBB itu belum teraliri listrik selama puluhan tahun.

Tak hanya belum tersentuh aliran listrik PLN, Kampung Tonjong yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur ini masuk wilayah blankspot di KBB alias tanpa sinyal jaringan telepon seluler.

Kondisi memprihatinkan juga terlihat di sepanjang jalan menuju Kampung Tonjong dikarenakan akses jalan terjal dipenuhi bebatuan membuat warga cukup kesulitan untuk berjalan.

Selain itu, sepanjang jalan dengan lebar satu meter itupun cukup berbahaya karena adanya jurang.

Kendati begitu, harapan warga untuk menikmati listrik kini bukan hanya angan belaka menyusul adanya instalasi listrik dari PLN untuk delapan kepala keluarga.

“Alhamdulillah sekarang kampung kami akan teraliri listrik karena dari saya kecil kampung ini tidak teraliri listrik,” ujar Andri Supriadi (30) salah satu warga Kampung Tonjong saat ditemui.

Sebelum dialiri listrik beberapa waktu lalu, lanjut Andri, untuk menerangi wilayah kampung ini hanya menggunakan satu KWH secara bersamaan, itupun jaraknya jauh. 

Agar bisa teraliri listrik, masyarakat Kampung Tonjong iuran membeli kabel listrik yang panjang.

“Satu KWH untuk bersama-sama itu hanya mampu menghidupi lampu saja. Karena kabelnya mahal dan itu membentang kurang lebih 2 kilometer,” ujarnya.

Meski begitu, menurut Andri, suasana bakal berbeda setelah PLN memasang sedikitnya 20 tiang listrik.

“Kemarin sudah terpasang semua tiang-tiang listriknya, mudah-mudahan bisa segera teraliri listrik kampung kami ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangjaya, Wahyudin menyebut, di wilayahnya ada delapan kampung termasuk Tonjong belum teraliri listrik.

“Setelah koordinasi dengan pemerintah dan PLN, Alhamdulillah delapan kampung ini akan teraliri listrik. Tiangnya sudah terpasang tinggal proses selanjutnya saja,” ujarnya.

Lebih lanjut Wahyudin menjelaskan, listrik dari PLN baru bisa masuk beberapa waktu kemarin ke wilayah yang tak teraliri listrik lantaran daerah ini sangat terpencil.

Selain itu, sambung dia, harus melewati jalan terjal dan perkebunan teh.

“Prosesnya lumayan panjang, tiang-tiang agar bisa masuk ke pemukiman yang jauh itu harus di gotong atau pakai gerobak secara swadaya dengan masyarakat,” bebernya.

Ia menyebut, adanya listrik PLN di wilayahnya ini menunjukkan kehadiran pemerintah untuk mendapatkan haknya dari negara. 

"Walaupun daerah terpencil tapi Alhamdulillah, daerah akan teraliri listrik. Ini berkat semua pihak, terutama PLN,” pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani